Kamis, 07 Januari 2010

Virus Total - Scan Dengan 32 Anti Virus Sekaligus

Banyak diantara kita yang meragukan kemampuan antivirus pada komputer. Secara umum semua antivirus mempunyai kemampuan mengatasi virus yang berbeda-beda. Tetapi manakah antivirus yang paling oke ? Susah untuk kita melakukan klaim sebuah antivirus tersebut bagus atau tidak.

Nah solusi yang paling aman adalah melakukan scan dengan berbagai antivirus melalui layanan online. VirusTotal adalah layanan online yang mampu menganalisis file yang mencurigakan dan mampu mendeteksi secara cepat virus, worm, trojan, dan segala jenis malware yang dideteksi oleh mesin antivirus dengan 32 engine antivirus.

Diantara perusahaan yang tergabung dalam VirusTotal tersebut adalah :

Selain itu VirusTotal, juga bersifat Gratis, Menggunakan engine beberapa antivirus, Update Real-time virus signature, Menampilkan hasil detailed dari masing-masing mesin antivirus dan real time statistik global.

Yang perlu diketahui tentang VirusTotal adalah fasilitas ini bukanlah pengganti perangkat lunak antivirus yang terinstal di PC, karena hanya memindai file sesuai dengan permintaan individu. jadi tidak menawarkan perlindungan permanen bagi sistem komputer anda.

http://www.belajarpc.info

Login Windows Administrator Dan Linux Root Tanpa Memerlukan Password (Hack)

Setiap Sistem Operasi saat ini selalu dilengkapi dengan password untuk menjaga keamanan komputer tersebut. Tetapi dengan adanya password, banyak juga diantara kita yang kelupaan dengan password tersebut. Bisa kacau juga kalau yang punya komputer lupa dengan passwordnya. Bisa-bisa diinstal ulang lagi komputer tersebut.

Untuk mengatasi hal ini, sangat banyak cara yang bisa dilakukan. Tentu saja menggunakan 3rd party software atau dengan bantuan software dari pihak lain, seperti PC Login Now, OPHCrack, Ultimate Boot CD, dll. Sekarang ada lagi software yang cukup ampuh untuk mengatasi kelupaan password. Tanpa harus mereset atau menghapus password kita dapat login ke Sistem Operasi tersebut.

Software tersebut adalah Kon-Boot Bootable CD. Kon-Boot ini merupakan sebuah sistem operasi yang dapat dijalankan melalui CD ataupun Floppy Drive. Kelebihan software ini adalah mampu melewati password dari Sistem Operasi tanpa harus mengetikkan passwordnya. Dan juga memiliki ukuran yang sangat kecil yaitu sekitar 110 KB setelah di jadikan Bootable CD. Jadi gak susahkan untuk mendowloadnya.

Adapun Sistem operasi yang mampu direset oleh kon-boot adalah :

Versi Windows :
- Windows Server 2008 Standard SP2 (v.275)
- Windows Vista Business SP0
- Windows Vista Ultimate SP1
- Windows Vista Ultimate SP0
- Windows Server 2003 Enterprise
- Windows XP
- Windows XP SP1
- Windows XP SP2
- Windows XP SP3
- Windows 7

Versi Linux :
- Gentoo 2.6.24-gentoo-r5
- Ubuntu 2.6.24.3-debug
- Debian 2.6.18-6-6861
- Fedora 2.6.25.9-76.fc9.i6862

Cara menggunakan Kon-Boot :

1. Download Kon-Boot ISO dari situs resminya. Lalu burning ke CD dengan menggunakan Software Burning.

2. Boot komputer melalui CD Drive. (Sebelumnya atur dahulu boot prioritas melalui BIOS).

3. Tunggu beberapa saat, nantinya akan tampil layar Login ke sistem operasi.

http://www.belajarpc.info/

Penjadwalan tugas dengan cron dan at


Di Linux, kita dapat menentukan kapan suatu tugas atau program di-eksekusi. Pengaturan waktu atau penjadwalan ini dapat berlangsung secara berulang maupun sesaat (hanya sekali eksekusi) di waktu yang akan datang. Contoh jadwal yang berulang, kita memerintahkan komputer untuk mengambil email setiap 30 menit, setiap hari. Contoh penjadwalan sesaat, komputer akan mengambil email besok siang pada jam 13.00. Bagaimana caranya? Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan cara penggunaan cron untuk mengatur jadwal berulang dan at untuk jadwal sesaat.

cron

cron dapat diaktifkan agar jalan saat Linux dinyalakan (boot) melalui ntsysv atau manual melalui terminal. Contoh cara mengaktifkan pada RedHat:

# /etc/rc.d/init.d/crond start

cron merupakan program daemon yang setiap menit men-cek apakah ada perintah yang mesti dijalankan. Daftar atau tabel cron (crontab), yaitu file yang berisi jadwal perintah, ada di direktori spool (misalnya /var/spool/cron/). Nama file itu sama dengan nama user pemilik atau pembuat jadwal. Untuk membuat atau mengedit crontab, user dapat menggunakan program yang juga bernama crontab. Secara default, crontab akan menjalankan editor yang dijadikan standar, biasanya vi. Sebagai root, kita dapat mengedit langsung file crontab yang ada di direktori spool cron (/var/spool/cron/nama_user) atau menggunakan program bantu Linuxconf (khusus RedHat dan turunannya).

Ada 3 option dalam menjalankan crontab sebagai user biasa:
$ crontab -e (artinya mengedit atau membuat baru tabel cron atau daftar tugas).
$ crontab -l (artinya menampilkan daftar tugas yang telah ada).
$ crontab -r (artinya menghapus daftar tugas yang ada).
Sebagai root, kita dapat mengedit, melihat atau menghapus crontab user dengan tambahan option -u, misalnya:
# crontab -eu rus (artinya mengedit crontab yang dimilki user rus).

Format crontab
Sebuah crontab merupakan daftar program yang akan dijalankan secara berulang melalui terminal atau command line, lengkap dengan waktu kapan program tersebut dijalankan. Setiap program dijadwalkan dalam satu baris dengan makna sebagai berikut:
menit jam tanggal bulan hari
Contoh crontab di bawah ini akan menjalankan fetchmail setiap menit (*), setiap jam (*), setiap hari/tanggal (*), setiap bulan (*) dan setiap hari dalam seminggu (*).
* * * * * fetchmail
Contoh berikut ini, fetchmail hanya dijalankan setiap (interval) 5 menit (*/5), antara jam 8 pagi hingga jam 5 sore (8-17), setiap hari Senin hingga Jumat (1-5).
*/5 8-17 * * 1-5 fetchmail
Nama (case sensitive) juga dapat digunakan untuk crontab, misalnya sun-sat (artinya Minggu hingga Jumat), jan-dec (Januari – Desember).

Izin Menggunakan crontab
Ada 2 file yang berfungsi mengatur pemberian izin penggunaan crontab, yaitu /etc/cron.allow dan /etc/cron.deny. Yang dicek pertama adalah cron.allow, yaitu daftar user yang diizinkan menggunakan crontab. User selain yang terdaftar di cron.allow tidak boleh menggunakan crontab. Bila cron.allow tidak ada, cron.deny akan dibaca. User selain yang terdaftar di cron.deny diizinkan menggunakan crontab. Jika kedua file tidak ada, semua user dapat menggunakan crontab.

at

Perintah (command) at digunakan untuk membuat jadwal eksekusi sebuah atau lebih program di waktu yang akan datang. Ada 4 perintah yang terkait dengan at, yaitu:
1. at, artinya jalankan perintah atau program pada watu yang ditentukan.
2. atq, artinya list atau tampilkan daftar perintah yang akan dijalankan.
3. atrm, artinya batalkan perintah yang telah dijadwal.
4. batch, artinya jalankan perintah jika tingkat beban sistem memungkinkan.
Sebelum menjalankan at, daemon at (atd) harus dijalankan, misalnya di RedHat dengan perintah sebagai berikut:
# /etc/rc.d/init.d/atd start
Contoh penulisan peintah at:
# at now + 2 minutes
at> fetchmail
at>
Catatan: merupakan hasil penekanan tombol atau ^D. Gambar-1 memperlihatkan tampilan ketika menjalankan perintah at tersebut, yang maksudnya adalah program fetchmail akan dijalankan 2 menit setelah menajalankan at ini.
Bentuk umum perintah at adalah:
at [-V] [-q ] [-f ] [-mld]

Spesifikasi Waktu
Selain now (sekarang), waktu juga dapat dinyatakan dengan today (hari ini), tomorrow (hari esok), 4am (jam 4 pagi), 4pm (jam 4 sore), dll. Penulisan waktu ini dapat secara mutlak atau relatif. Contoh, jika saat ini hari Senin, tanggal 16 April 2001, dan kita ingin menjalankan sebuah program pada pukul 4 sore pada hari Kamis atau 3 hari kemudian, ada 2 cara menuliskan perintah:
at 4pm + 3 days
atau
at 4pm April 19

Izin Menjalankan at
Seperti cron, at juga dikontrol oleh 2 file, /etc/at.deny dan /etc/at.allow. /etc/at.allow akan dicek lebih dulu. Jika ada, hanya user yang tercatat di at.allow yang diizinkan menggunakan at. Jika /etc/at.allow tidak ada, /etc/at.deny akan dicek. Semua user yang tidak tercantum di dalam at.deny dapat menjalankan at. Kebalikan dari cron, jika kedua file tidak ada, hanya superuser (root) yang diizinkan menggunakan at.

Tutorial Iptables dasar 2


Pada tulisan terdahulu kita telah membahas tentang membuat firewall sederhana yaitu memblok semua koneksi masuk dan mengizinkan koneksi keluar. Sekarang kita akan membahas cara aman membuka beberapa hole di firewall kita untuk memungkinkan beberapa koneksi masuk. Untuk melakukan ini terdapat 4 parameter utama dalam penyaringan yaitu :

- Interface – eth0, eth1, ppp0 dll
- IP Address – Single IP Address atau range IP Address
- Protocol – tcp, udp, icmp, semua
- Ports – single port atau range dari port

Interface

Dalam contoh kita terdahulu, kita melihat bagaimana, untuk menerima semua paket masuk pada interface tertentu, dalam hal ini interface lo:

Iptables –A INPUT –i lo –j ACCEPT

Misalkan kita memiliki 2 interfce terpisah, eth0 menyambung ke LAN internal dan eth1 yang merupakan koneksi internet/ekternal kita. Kita mungkin akan mengizinkan semua paket masuk pada LAN tapi memfilter paket masuk pada ekternal, kita bisa melakukan hal ini dengan perintah :

 iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT
 iptables -A INPUT -i eth0 -j ACCEPT

Hati-hati, jika kita ingin mengizinkan semua paket masuk pada exkternal

 iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT
 iptables -A INPUT -i eth1 -j ACCEPT

Tapi lebih baik jangan lakukan ini.

IP Address

Membuka seluruh interface untuk jalan masuk paket tidak dianjurkan, kita mungkin ingin lebih banyak kontrol, apa yang dibolehkan dan apa yang harus ditolak. Kita misalkan, memiliki jaringan kecil komputer yang menggunakan private subnet 192.168.0.x. kita akan membuka firewaal untuk masuk paket dari satu alamat IP terpecaya (misalnya 192.168.0.5)

# Menerima paket-paket dari alamat IP terpercaya
iptables -A INPUT -s 192.168.0.5 -j ACCEPT
# Ubah alamat IP yang sesuai

Pada command diatas menambah (-A) aturan ke chain INPUT untuk sumber (-s) IP Address 192.168.0.5 untuk menerima (ACCEPT) semua paket

Jika kita ingin mengizinkan paket masuk dari suatu network dapat dilakukan dengan perintah

# Menerima paket-paket dari alamat network IP terpercaya
 iptables -A INPUT -s 192.168.0.0/24 -j ACCEPT

Jika kita ingin menyandingkannya dengan mac address, bisa kita lakukan. Untuk melakukan ini, kita perlu meload modul mac, yang memungkinkan penyariangna terhadap mac address. Disini kita akan menggunakan modul mac untuk memeriksa mac address sumber selain IP address.

Iptables –A INPUT –s 192.168.0.5 –m mac --mac-source 00:19:7E:3F:3B:CF –j ACCEPT

Pertama kita gunakan –m mac untuk meload modul mac dan kemudia kita gunakan –mac-source untuk menentukan mac address sumber IP Address (192.168.0.5).

Hal ini dapat berguna untuk mencegah pemalsuan alamat IP.

Port dan Protocol

Sekarang kita melihat pemfilteran terhadap port dan protokol untuk memungkinkan service tertentu sebagai target ACCEPT. Sebelum kita mulai, kita harus benar-benar tahu protokol dan nomor port yang digunakan pada service yang diberikan. Sebagai contoh sederhana, Bittorrent menggunakan tcp pada port 6881, jadi kita perlu untuk membolehkan semua paket tcp pada port 6881.

iptables -A INPUT -p tcp --dport 6881 -j ACCEPT

Ini adalah aturan sederhana untuk menerima semua paket tcp yang masuk ke komputer kita pada port 6881.

Note : Untuk menggunakan penyesuaian destination atau source port (–dport atau –sport), kita harus terlebih dulu menetapkan protokol (tcp, udp, icmp atau all).

Kita juga dapat memasukkan range port, misalnya memungkinkan semua paket tcp pada range 6881-6890

iptables -A INPUT -p tcp --dport 6881:6890 -j ACCEPT

Setelah kita mempelajari dasar2 diatas, untuk pengembangan lebih lanjut, kita dapat menggabungkannya, contoh :

iptables -A INPUT -p tcp -s 192.168.0.0/24 --dport 22 -j ACCEPT

Ini akan lebih mengamankan komputer kita.

Selamat Mencoba.

http://www.tirta-fajri.net

Tutorial Iptables dasar 1


Pendahuluan

Linux memiliki firewall yang sangat kuat di dalamnya, biasanya disebut sebagai iptables, lebih tepatnya iptables / Netfilter. Iptables adalah modul userspace, dengan demikian kita dapat , berinteraksi dengannya pada commandline untuk memasukkan aturan firewall ke tabel standar. Netfilter adalah modul kernel, yang dibangun dalam kernel, yang benar-benar menyaring. Kita akan mempelajari iptables di command line.
Sebelum kita dapat benar-benar bisa menguasai iptables, kita perlu memiliki setidaknya pemahaman dasar dari cara kerjanya. Iptables menggunakan konsep alamat ip, protokol (tcp, udp icmp) dan port. Kita tidak perlu menjadi ahli dalam hal ini untuk memulai, tetapi hal ini membantu untuk memiliki pemahaman umum.

Iptables menempat aturan ke dalam tabel (INPUT, OUTPUT dan FORWARD) yang memeriksa lalu lintas jaringan (paket IP) yang relevan table dan membuat sebuah keputusan mengenai apa yang harus dilakukan pada setiap paket berdasarkan hasil dari aturan-aturan tersebut, yaitu menerima atau menjatuhkan paket. Tindakan-tindakan ini disebut sebagai target, ada dua kemungkinan yang akan ditetapkan DROP untuk menjatuhkan paket atau ACCEPT menerima paket.

chain
Ada 3 chain standar yang digunakan oleh iptables yang kita dapat menambahkan aturan untuk memproses paket IP melewati tabel, yaitu :
INPUT – Semua paket yang ditujukan untuk host komputer.

OUTPUT – Semua paket yang berasal dari host komputer.

FORWARD – Semua paket yang bukan dari atau untuk komputer host, tetapi melalui komputer host. Tabel ini digunakan jika komputer sebagai router.
Sebagian besar, kita akan berurusan dengan tabel INPUT untuk menyaring paket yang memasuki komputer kita.

Aturan ditambahkan dalam daftar untuk setiap tabel. Sebuah paket diperiksa terhadap setiap aturan secara bergiliran, dimulai di bagian atas, dan jika sesuai dengan aturan itu, maka diambil tindakan seperti menerima (ACCEPT) atau jatuh (DROP) paket. Sekali aturan tersebut sesuai, dan tindakan diambil, maka paket akan diproses sesuai dengan hasil dan tidak diproses oleh aturan lebih lanjut dalam tabel. Jika sebuah paket lewat turun melalui semua aturan dalam tabel dan mencapai bagian bawah dicocokkan tanpa aturan apa pun, maka diambil tindakan standar untuk tabel itu. Hal ini disebut sebagai kebijakan default.

Konsep kebijakan standar dalam tabel menimbulkan dua kemungkinan mendasar bahwa kita harus terlebih dahulu mempertimbangkannya sebelum kita memutuskan bagaimana kita akan mengatur firewall kita.
1. Kita dapat menetapkan kebijakan default DROP semua paket dan kemudian tambahkan aturan untuk secara khusus membiarkan (ACCEPT) paket yang dipercaya mungkin dari alamat IP, atau untuk port tertentu pada layanan yang telah kita jalankan seperti bittorrent, server FTP, Web Server, Samba file server dll
atau sebaliknya,

2. Kita dapat menetapkan kebijakan default ACCEPT semua paket dan kemudian tambahkan aturan untuk secara khusus blok (DROP) paket yang mungkin dari alamat IP tertentu, atau untuk port tertentu di mana kita tidak menjalankan servicenya.
Umumnya, pilihan 1 di atas adalah untuk tabel INPUT, digunakan untuk mengontrol apa yang diperbolehkan untuk mengakses komputer kita dan opsi 2 akan digunakan untuk tabel OUTPUT .

Persiapan :

Bekerja dengan iptables di command line membutuhkan hak istimewa root, jadi kita perlu menjadi untuk root untuk hal hal yang akan kita lakukan.

Catatan : Sebelum mulai, kita perlu mereset iptables dan aturan-aturan firewall yang ada

Sayangnya, berbagai distro Linux menggunakan berbagai comands untuk memulai, menghentikan dan menyimpan aturan-aturan firewall, sehingga kita mungkin perlu memeriksa dokumentasi untuk mengetahui cara untuk melakukan ini pada distro Linux kita. Coba ketik iptables –help di command line

# iptables --help
iptables v1.2.9
Usage: iptables -[AD] chain rule-specification [options]
       iptables -[RI] chain rulenum rule-specification [options]
       iptables -D chain rulenum [options]
       iptables -[LFZ] [chain] [options]
       iptables -[NX] chain
       iptables -E old-chain-name new-chain-name
       iptables -P chain target [options]
       iptables -h (print this help information)

Dan untuk melihat apakah iptables sudah benar benar berjalan di komputer kita, kita dapat menggunakan option –L, untuk meload running iptables

# iptables -L
Chain INPUT (policy DROP)
target     prot opt source               destination
ACCEPT     all  --  anywhere             anywhere
ACCEPT     all  --  anywhere             anywhere            state RELATED,ESTABLISHED
ACCEPT     all  --  barney               anywhere            MAC 00:50:8D:6D:EF:23
DROP       all  --  wilma                anywhere
ACCEPT     all  --  bart                 anywhere            MAC 00:50:8D:FD:D6:32
ACCEPT     tcp  --  anywhere             anywhere            tcp dpt:ftp
ACCEPT     tcp  --  ict                  anywhere            state NEW tcp dpt:ssh
Chain FORWARD (policy DROP)
target     prot opt source               destination
Chain OUTPUT (policy ACCEPT)
target     prot opt source               destination

Jika iptables berjalan, kita akan melihat beberapa aturan umum seperti diatas, jika tidak, kita coba mengecek modul iptables dengan lsmod

# lsmod |grep ip
ipt_mac                 2113  2
ipt_state               2113  2
ip_conntrack           40949  1 ipt_state
iptable_filter          3777  1
ip_tables              16577  3 ipt_mac,ipt_state,iptable_filter

Baik, kita asumsikan iptables berjalan baik, mari kita mulai dengan aturan yang sangat simple untuk mengeset firewall yaitu mengizinkan semua koneksi keluar tetapi memblok semua koneksi yang tidak diinginkan. Pada command line kta akan mengetikkan perintah berikut :

iptables -F
iptables -P INPUT DROP
iptables -P FORWARD DROP
iptables -P OUTPUT ACCEPT
iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT
iptables -A INPUT -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
iptables -L -v

yang akan memberikan output sebagai berikut :

Chain INPUT (policy DROP 0 packets, 0 bytes)
 pkts bytes target     prot opt in     out     source               destination
    0     0 ACCEPT     all  --  lo     any     anywhere             anywhere
    0     0 ACCEPT     all  --  any    any     anywhere             anywhere            state RELATED,ESTABLISHED
Chain FORWARD (policy DROP 0 packets, 0 bytes)
 pkts bytes target     prot opt in     out     source               destination
Chain OUTPUT (policy ACCEPT 0 packets, 0 bytes)
 pkts bytes target     prot opt in     out     source               destination

Kita sekarang memiliki firewall yang memungkinkan semua koneksi keluar tapi memblokir semua koneksi masuk yang tidak diinginkan dan juga semua paket forwarder. Baik kita akan melihat setiap perintah diatas.

  1. (iptables –F), Pertama tama kita menggunakan –F (flush), tujuannya untuk membersihkan semua aturan yang ada.
  2. (iptables –P INPUT DROP). Option –P ini menetapkan kebijakan default, disini kita menerapkan kebijakan default untuk tabel input adalah DROP, yang maksudnya bahwa jika sebuah paket masuk tidak sesuai dengna salah satu dari aturan-aturan berikutnya akan dihapus.
  3. (iptables –P FORWARD DROP), Demikian pula, default untuk tabel FORWARD adalah DROP, karena kita tidak memfungsikan komputer kita sebagai router.
  4. (iptables –P OUTPUT ACCEPT), Terakhir untuk kebijakan default yaitu pada tabel OUTPUT yaitu ACCEPT, yaitu membolehkan semua lalu lintas keluar.
  5. (iptables –A INPUT –i lo –j ACCEPT), sekarang kita menambah beberapa aturan lain. Kita menggunakan –A untuk menambah sebuah aturan ke chain tertentu, INPUT pada contoh ini, kemudian kita menggunakan –i untuk interface, -j (jump), yaitu tindakan yang akan diambil. Jadi aturan ini akan mengizinkan semua paket masuk localhost. Ini umumbnya diperlukan oleh berbagai software aplikasi untuk bisa berkomunikasi dengan adaptor localhost.
  6. (iptables –A INPUT –m state –state ESTABLISHED,RELATED –j ACCEPT), Ini adalah aturan yang melakukan sebagian besat pekerjaan, dan sekali lagi kita menambahkan (-A) ke chain INPUT. Disini kita menggunakan opsi –m untuk meload sebuah modul (state). Modul stat mampu memeriksa keadaan dari sbuah paket dan menentukan apakah NEW, ESTABLISHE atau RELATED, NEW mengacu kepada paket-paket baru yang masuk koneksi yang tidak diprakarsai oleh host. ESTABLISHED dan RELATED mengacu kepada paket paket masuk yang merupakan bagikan dari koneksi yang telah mapan atau terkait dengan koneksi tersebut.
  7. (iptables –L –v), Terakhir, kita bisa daptarkan aturan aturan yang baru saja kita tambahkan, dan menampilkannya untuk memeriksa apakan sudah terisi dengan benar.

Hal terkahir yang perlu kita lakukan adalah menyimpan aturan tersebut, sehingga saat kita reboot, secara otomatis aturan tadi akan terload. Sayangnya, perintah untuk melakukan ini, biasanya berbeda untuk distro yang berbeda.

Pada Redhat/Fedora lakukan :

/sbin/service iptables save

Namun, cara termudah bekerja dengan iptables ada memasukkan script nya kedalam sebuah file dan membuatnya menjadi file executable, misalkan kita beri nama firewallku.

#!/bin/bash
# file konfigurasi iptables
# ChoenKill
# Flush semua aturan dari iptables
 iptables -F
# Set default untuk chain INPUT, FORWARD dan OUTPUT
 iptables -P INPUT DROP
 iptables -P FORWARD DROP
 iptables -P OUTPUT ACCEPT
# Set access untuk localhost
 iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT
# Accept packets established dan related connections
 iptables -A INPUT -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
# Save settings dengan /sbin/service iptables save
# List iptables chains with 'iptables -L -v'
/sbin/service iptables save
iptables -L –v