Kamis, 07 Januari 2010

Tutorial Iptables dasar 1


Pendahuluan

Linux memiliki firewall yang sangat kuat di dalamnya, biasanya disebut sebagai iptables, lebih tepatnya iptables / Netfilter. Iptables adalah modul userspace, dengan demikian kita dapat , berinteraksi dengannya pada commandline untuk memasukkan aturan firewall ke tabel standar. Netfilter adalah modul kernel, yang dibangun dalam kernel, yang benar-benar menyaring. Kita akan mempelajari iptables di command line.
Sebelum kita dapat benar-benar bisa menguasai iptables, kita perlu memiliki setidaknya pemahaman dasar dari cara kerjanya. Iptables menggunakan konsep alamat ip, protokol (tcp, udp icmp) dan port. Kita tidak perlu menjadi ahli dalam hal ini untuk memulai, tetapi hal ini membantu untuk memiliki pemahaman umum.

Iptables menempat aturan ke dalam tabel (INPUT, OUTPUT dan FORWARD) yang memeriksa lalu lintas jaringan (paket IP) yang relevan table dan membuat sebuah keputusan mengenai apa yang harus dilakukan pada setiap paket berdasarkan hasil dari aturan-aturan tersebut, yaitu menerima atau menjatuhkan paket. Tindakan-tindakan ini disebut sebagai target, ada dua kemungkinan yang akan ditetapkan DROP untuk menjatuhkan paket atau ACCEPT menerima paket.

chain
Ada 3 chain standar yang digunakan oleh iptables yang kita dapat menambahkan aturan untuk memproses paket IP melewati tabel, yaitu :
INPUT – Semua paket yang ditujukan untuk host komputer.

OUTPUT – Semua paket yang berasal dari host komputer.

FORWARD – Semua paket yang bukan dari atau untuk komputer host, tetapi melalui komputer host. Tabel ini digunakan jika komputer sebagai router.
Sebagian besar, kita akan berurusan dengan tabel INPUT untuk menyaring paket yang memasuki komputer kita.

Aturan ditambahkan dalam daftar untuk setiap tabel. Sebuah paket diperiksa terhadap setiap aturan secara bergiliran, dimulai di bagian atas, dan jika sesuai dengan aturan itu, maka diambil tindakan seperti menerima (ACCEPT) atau jatuh (DROP) paket. Sekali aturan tersebut sesuai, dan tindakan diambil, maka paket akan diproses sesuai dengan hasil dan tidak diproses oleh aturan lebih lanjut dalam tabel. Jika sebuah paket lewat turun melalui semua aturan dalam tabel dan mencapai bagian bawah dicocokkan tanpa aturan apa pun, maka diambil tindakan standar untuk tabel itu. Hal ini disebut sebagai kebijakan default.

Konsep kebijakan standar dalam tabel menimbulkan dua kemungkinan mendasar bahwa kita harus terlebih dahulu mempertimbangkannya sebelum kita memutuskan bagaimana kita akan mengatur firewall kita.
1. Kita dapat menetapkan kebijakan default DROP semua paket dan kemudian tambahkan aturan untuk secara khusus membiarkan (ACCEPT) paket yang dipercaya mungkin dari alamat IP, atau untuk port tertentu pada layanan yang telah kita jalankan seperti bittorrent, server FTP, Web Server, Samba file server dll
atau sebaliknya,

2. Kita dapat menetapkan kebijakan default ACCEPT semua paket dan kemudian tambahkan aturan untuk secara khusus blok (DROP) paket yang mungkin dari alamat IP tertentu, atau untuk port tertentu di mana kita tidak menjalankan servicenya.
Umumnya, pilihan 1 di atas adalah untuk tabel INPUT, digunakan untuk mengontrol apa yang diperbolehkan untuk mengakses komputer kita dan opsi 2 akan digunakan untuk tabel OUTPUT .

Persiapan :

Bekerja dengan iptables di command line membutuhkan hak istimewa root, jadi kita perlu menjadi untuk root untuk hal hal yang akan kita lakukan.

Catatan : Sebelum mulai, kita perlu mereset iptables dan aturan-aturan firewall yang ada

Sayangnya, berbagai distro Linux menggunakan berbagai comands untuk memulai, menghentikan dan menyimpan aturan-aturan firewall, sehingga kita mungkin perlu memeriksa dokumentasi untuk mengetahui cara untuk melakukan ini pada distro Linux kita. Coba ketik iptables –help di command line

# iptables --help
iptables v1.2.9
Usage: iptables -[AD] chain rule-specification [options]
       iptables -[RI] chain rulenum rule-specification [options]
       iptables -D chain rulenum [options]
       iptables -[LFZ] [chain] [options]
       iptables -[NX] chain
       iptables -E old-chain-name new-chain-name
       iptables -P chain target [options]
       iptables -h (print this help information)

Dan untuk melihat apakah iptables sudah benar benar berjalan di komputer kita, kita dapat menggunakan option –L, untuk meload running iptables

# iptables -L
Chain INPUT (policy DROP)
target     prot opt source               destination
ACCEPT     all  --  anywhere             anywhere
ACCEPT     all  --  anywhere             anywhere            state RELATED,ESTABLISHED
ACCEPT     all  --  barney               anywhere            MAC 00:50:8D:6D:EF:23
DROP       all  --  wilma                anywhere
ACCEPT     all  --  bart                 anywhere            MAC 00:50:8D:FD:D6:32
ACCEPT     tcp  --  anywhere             anywhere            tcp dpt:ftp
ACCEPT     tcp  --  ict                  anywhere            state NEW tcp dpt:ssh
Chain FORWARD (policy DROP)
target     prot opt source               destination
Chain OUTPUT (policy ACCEPT)
target     prot opt source               destination

Jika iptables berjalan, kita akan melihat beberapa aturan umum seperti diatas, jika tidak, kita coba mengecek modul iptables dengan lsmod

# lsmod |grep ip
ipt_mac                 2113  2
ipt_state               2113  2
ip_conntrack           40949  1 ipt_state
iptable_filter          3777  1
ip_tables              16577  3 ipt_mac,ipt_state,iptable_filter

Baik, kita asumsikan iptables berjalan baik, mari kita mulai dengan aturan yang sangat simple untuk mengeset firewall yaitu mengizinkan semua koneksi keluar tetapi memblok semua koneksi yang tidak diinginkan. Pada command line kta akan mengetikkan perintah berikut :

iptables -F
iptables -P INPUT DROP
iptables -P FORWARD DROP
iptables -P OUTPUT ACCEPT
iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT
iptables -A INPUT -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
iptables -L -v

yang akan memberikan output sebagai berikut :

Chain INPUT (policy DROP 0 packets, 0 bytes)
 pkts bytes target     prot opt in     out     source               destination
    0     0 ACCEPT     all  --  lo     any     anywhere             anywhere
    0     0 ACCEPT     all  --  any    any     anywhere             anywhere            state RELATED,ESTABLISHED
Chain FORWARD (policy DROP 0 packets, 0 bytes)
 pkts bytes target     prot opt in     out     source               destination
Chain OUTPUT (policy ACCEPT 0 packets, 0 bytes)
 pkts bytes target     prot opt in     out     source               destination

Kita sekarang memiliki firewall yang memungkinkan semua koneksi keluar tapi memblokir semua koneksi masuk yang tidak diinginkan dan juga semua paket forwarder. Baik kita akan melihat setiap perintah diatas.

  1. (iptables –F), Pertama tama kita menggunakan –F (flush), tujuannya untuk membersihkan semua aturan yang ada.
  2. (iptables –P INPUT DROP). Option –P ini menetapkan kebijakan default, disini kita menerapkan kebijakan default untuk tabel input adalah DROP, yang maksudnya bahwa jika sebuah paket masuk tidak sesuai dengna salah satu dari aturan-aturan berikutnya akan dihapus.
  3. (iptables –P FORWARD DROP), Demikian pula, default untuk tabel FORWARD adalah DROP, karena kita tidak memfungsikan komputer kita sebagai router.
  4. (iptables –P OUTPUT ACCEPT), Terakhir untuk kebijakan default yaitu pada tabel OUTPUT yaitu ACCEPT, yaitu membolehkan semua lalu lintas keluar.
  5. (iptables –A INPUT –i lo –j ACCEPT), sekarang kita menambah beberapa aturan lain. Kita menggunakan –A untuk menambah sebuah aturan ke chain tertentu, INPUT pada contoh ini, kemudian kita menggunakan –i untuk interface, -j (jump), yaitu tindakan yang akan diambil. Jadi aturan ini akan mengizinkan semua paket masuk localhost. Ini umumbnya diperlukan oleh berbagai software aplikasi untuk bisa berkomunikasi dengan adaptor localhost.
  6. (iptables –A INPUT –m state –state ESTABLISHED,RELATED –j ACCEPT), Ini adalah aturan yang melakukan sebagian besat pekerjaan, dan sekali lagi kita menambahkan (-A) ke chain INPUT. Disini kita menggunakan opsi –m untuk meload sebuah modul (state). Modul stat mampu memeriksa keadaan dari sbuah paket dan menentukan apakah NEW, ESTABLISHE atau RELATED, NEW mengacu kepada paket-paket baru yang masuk koneksi yang tidak diprakarsai oleh host. ESTABLISHED dan RELATED mengacu kepada paket paket masuk yang merupakan bagikan dari koneksi yang telah mapan atau terkait dengan koneksi tersebut.
  7. (iptables –L –v), Terakhir, kita bisa daptarkan aturan aturan yang baru saja kita tambahkan, dan menampilkannya untuk memeriksa apakan sudah terisi dengan benar.

Hal terkahir yang perlu kita lakukan adalah menyimpan aturan tersebut, sehingga saat kita reboot, secara otomatis aturan tadi akan terload. Sayangnya, perintah untuk melakukan ini, biasanya berbeda untuk distro yang berbeda.

Pada Redhat/Fedora lakukan :

/sbin/service iptables save

Namun, cara termudah bekerja dengan iptables ada memasukkan script nya kedalam sebuah file dan membuatnya menjadi file executable, misalkan kita beri nama firewallku.

#!/bin/bash
# file konfigurasi iptables
# ChoenKill
# Flush semua aturan dari iptables
 iptables -F
# Set default untuk chain INPUT, FORWARD dan OUTPUT
 iptables -P INPUT DROP
 iptables -P FORWARD DROP
 iptables -P OUTPUT ACCEPT
# Set access untuk localhost
 iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT
# Accept packets established dan related connections
 iptables -A INPUT -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
# Save settings dengan /sbin/service iptables save
# List iptables chains with 'iptables -L -v'
/sbin/service iptables save
iptables -L –v

Manajemen Bandwith di Squid Menggunakan Delay Pools


Dokumen ini hanya menjelaskan bagaimana cara mengkonfigurasikan proxy server anda untuk membatasi bandwidth download atau incoming traffic.

A. Konfigurasi Manajemen Bandwidth di Squid

Berikut langkah-langkah pengkonfigurasian manajemen bandwidth di squid:

  1. Pertama-tama periksa apakah squid telah berjalan di server dan telah dikonfiguraisi sebagai mesin proxy server.
  2. Sebelum memulai memanajemen bandwidth di squid, kita jelaskan dulu komponen-komponen manajement bandwidth di squid

delay_pools

Opsi ini untuk menspesifikasi berapa jumlah pool yang digunakan untuk membatasi jumlah bandwidth dari ACL. Opsi ini akan dirangkaikan bersama opsi delay_class dan delay_parameters yang akan dibahas di bawah ini.

delay_class

Opsi ini menspesifikasikan kelompok dari masing-masing pool yang telah didefinisikan pada opsi delay-pools. Ada tiga class yang didukung Squid, antara lain:

  • class 1: Semua akses dibatasi dengan single bucket, artinya hanya bisa mendefinisikan overall bandwidth untuk suatu ACL saja, tidak bisa mendefinisikan bandwidth dengan lebih mendetail
  • class 2: Semua akses dibatasi dengan single agregate dengan dua parameter bandwidth. Parameter pertama mendefinisikan berapa bandwidth maksimal yang didapatkan ACL, parameter kedua mendefinisikan berapa bandwidth overall untuk ACL yang spesifik yang ada pada network tersebut.
  • class 3: Kelompok yang definisi bandwidth-nya paling mendetail. Parameter pertama mendefinisikan berapa bandwidth maksimal yang didapatkan ACL, parameter kedua mendefinisikan berapa bandwidth normal yang didapatkan ACL secara umum, dan parameter yang ketiga adalah mendefinisikan bandwidth yang didapatkan ACL jika mengakses ACL-ACL tertentu yang spesifik, misalnya file mp3.

delay_parameters

Opsi ini menspesifikasikan rumus bandwidth yang akan didapatkan oleh ACL yang akan memasuki delay_pool. Misalnya ada entry berikut ini pada delay_parameters:

delay_parameters 1 -1/-1 2100/4000

Angka 1 berarti rumus ini berlaku untuk pool 1. Angka -1/-1 berarti bandwidth maksimal yang diberikan Squid adalah tidak terbatas untuk pool ini.

Angka 2100/4000 berarti bandwidth yang didapatkan oleh ACL setelah masuk ke pool ini. Angka ini berada dalam kelipatan 8 b, sehingga untuk mendapatkan nilai bandwidth yang sebenarnya harus dikalikan delapan. Angka 2100 adalah bandwidth yang didapatkan ACL pada masa-masa normal. Jika dikalikan 8, maka bandwidth normal yang akan didapatkan ACL sekitar 18 Kbps. Angka 4000 adalah bandwidth maksimal yang didapatkan ACL pada masa-masa jalur sedang kosong. Jika dikalikan 8, maka bandwidth yang didapatkan sekitar 32 Kbps.

delay_access

Opsi ini mendefinisikan siapa-siapa ACL yang akan dimasukkan ke pool tertentu untuk mendapatkan “perlambatan” bandwidth. Bentuk umumnya adalah seperti ini:

delay_access 1 allow labprog

Opsi di atas berarti kita memasukkan ACL labprog ke dalam pool 1.

  1. Jika sudah mengerti komponen-komponen delay pool, kita mulai konfigurasi delay pool .

B. Contoh Kasus

Di umpamakan kita mempunyai bandwidth dari ISP sebesar 512kb, dan kita membuat rule seperti berikut ini:

- Maksimum download dibatasi 2 MB

- Batas kecepatan koneksi overall adalah 256 Kbps. per-network adalah 64 kbps. Sedangkan per-user/host dibatasi 2 Kbps jika digunakan untuk download file bertipe exe, mp3, vqf, tar.gz, gz, rpm, zip, rar, avi, mpeg, mpe, mpg, qt, ram, rm, iso, raw, dan wav. Jika tidak, maka koneksi perhost HANYA mengikuti aturan per-Network saja.

Penyelesaian:

Edit file /etc/squid/squid.conf

#vi /etc/squid/squid.conf

Lalu tambahkan contoh konfigurasi ini:

# Maksimum download dibatasi 2 MB

# Sebelum kita melakukan pembatasan, kita perlu mendefinisikan ACL network # # yang kita perlukan terlebih dahulu. ACL yang didefinisikan pada host bridge

# seperti di bawah ini:

acl lokal src 192.168.1.0/24

# Kemudian kita membatasi maksimum download dengan tag di bawah ini:

# Batas kecepatan koneksi overall adalah 256 Kbps. per-network adalah

# 64 kbps. Sedangkan per-user/host dibatasi 2 Kbps jika digunakan untuk

# download file bertipe exe, mp3, vqf, tar.gz, gz, rpm, zip, rar, avi,

# mpeg, mpe, mpg, qt, ram, rm, iso, raw, dan wav. Jika tidak, maka

# koneksi perhost HANYA mengikuti aturan per-Network saja.

acl filegede url_regex -i \.exe

acl filegede url_regex -i \.mp3

acl filegede url_regex -i \.vqf

acl filegede url_regex -i \.gz

acl filegede url_regex -i \.rpm

acl filegede url_regex -i \.zip

acl filegede url_regex -i \.rar

acl filegede url_regex -i \.avi

acl filegede url_regex -i \.mpeg

acl filegede url_regex -i \.mpe

acl filegede url_regex -i \.mpg

acl filegede url_regex -i \.qt

acl filegede url_regex -i \.ram

acl filegede url_regex -i \.rm

acl filegede url_regex -i \.iso

acl filegede url_regex -i \.raw

acl filegede url_regex -i \.wav

# Kita buat dulu ACL untuk mendefinisikan file-file di atas dengan menggunakan # regularexpression. Kemudian kita mendefinisikan 2 delay pool untuk

# menampung bandwidth.

# Satu pool masuk dalam kategori class 2 untuk mendefinisikan aturan overall

# 256 Kbps dan per-network 64 Kbps. Satu pool lainnya masuk kategori class 3

# untuk mendefinisikan aturan tambahan jika user mendownload file-file yang

#didefinisikan dalam ACL url_regex dengan bandwidth maksimal 2 Kbps.

delay_pools 2

delay_class 1 3

delay_parameters 1 32000/32000 8000/8000 250/250

delay_access 1 allow lokal filegede

delay_access 1 deny all

delay_class 2 2

delay_parameters 2 32000/32000 8000/8000

delay_access 2 allow lokal

delay_access 2 deny all

Jika sudah selesai, simpan hasil konfigurasi dan restart squid

#/etc/init.d/squid restart

Bagaimana terhubung dengan SEA EduNet ?


Anda ingin memperoleh materi Buku Sekolah Elektronik (BSE) namun tidak memiliki koneksi internet ? Hendak mendownload materi tersebut tapi koneksi amat lambat ?
Anda ingin memperoleh video-video pembelajaran terbaru tapi jauh dari perkotaan dan tidak tersedia jaringan apapun ?

Anda ingin mengikuti training online secara jarak jauh yang dilaksanakan oleh SEAMOLEC ?

Anda ingin mengikuti pembelajaran atau kuliah jarak jauh yang disampaikan oleh guru/dosen terbaik secara real time ?

Solusinya adalah dengan terhubung dengan SEA EduNet.

Dan itu semua dapat diperoleh TANPA BIAYA BULANAN/Berlangganan, cukup dengan menyiapkan perangkat-perangkat yang sederhana dan mudah di dapat dan yang paling penting tidak membutuhkan koneksi internet apapun.

Pada tulisan sebelumnya, sudah saya paparkan secara mendalam mengenai pengertian dan manfaat dari SEA EduNet. Pada tulisan ini akan saya paparkan peralatan yang dibutuhkan agar dapat terhubung dan menikmati layanan-layanan dari SEA EduNet.
Secara umum, ada 4 perangkat utama yang dibutuhkan agar dapat terhubung ke SEA EduNet, perangkat tersebut adalah:

1. Antena Parabola
2. Modem Satelit DVB-S Digi.Box
3. Pesawat Televisi
4. PC Server
5. Antena Parabola

Parabola yang digunakan untuk sistem ini menggunakan antena parabola standar yang sering digunakan di perumahan. Berukuran 6 feet minimal, solid dan dilengkapi dengan LNB dan kabel coaxial.

Setelah memiliki antena parabola, pastikan antena tersebut telah terpointing ke Satelit Telkom 1 dan bisa menerima siaran TV Edukasi maupun Trans TV. Apabila sudah berhasil menerima siaran tersebut, maka koneksi ke layanan SEA EduNet akan jauh lebih mudah.

Modem Satelit

Modem satelit yang digunakan untuk terhubung dengan SEA EduNet adalah DVB-S merk Digi.Box. Merk ini sudah didesain khusus agar berfungsi dengan frekwensi dan symbol rate khusus untuk SEA EduNet.

Modem ini juga sudah melalui pengecekan kualitas (Quality Control) dari tim teknis SEAMOLEC termasuk pengecekan penerimaan data. Modem ini dapat diperoleh langsung di SEAMOLEC atau di Pendamping SEAMOLEC di masing-masing propinsi. Daftar pendamping bisa dilihat pada akhir postingan ini.

Harga resmi perangkat adalah US$ 275 (Dua Ratus Tujuh Puluh Lima Dollar Amerika) yang kalau di kurs menggunakan Rate US$ 1 = Rp. 10.000 sebesar Rp. 2,75 Juta (Dua Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Harga ini sudah termasuk PPn 10% dan belum termasuk biaya pengiriman ke lokasi.
PC Server

Satu hal yang membedakan sistem ini dibandingkan sistem TV Satelit biasa adalah kemampuan untuk menerima data. Oleh sebab itu, dibutuhkan server yang berfungsi sebagai File Server dan Web Server untuk menampung data yang dikirimkan oleh SEAMOLEC.

Untuk sistem ini, tidak dibutuhkan komputer server yang Middle End ataupun yang High End. Komputer personal (PC) yang standar juga sudah mencukupi, asalkan memiliki spesifikasi minimal:

1. Processor minimal setara dengan Intel Pentium 4
2. Memori minimal 512 Kb
3. Hard Disk Drive minimal 250 Gb (lebih besar lebih baik, karena akan menjadi File Server)
4. Ethernet card minimal 10/100 (minimal 2 unit, kalau bisa 3 unit)

PC Server ini tidak perlu diinstall apapun, karena sistem operasi dan aplikasi akan disiapkan oleh tim pendamping SEAMOLEC. OS yang digunakan adalah Linux.

Tim Pendamping SEAMOLEC

Salah satu perbedaan sistem ini dibanding sistem lain adalah prosedur instalasi. Perangkat SEA EduNet memiliki kekhasan tersendiri. Pengaturan Modem Satelit yang berbeda dibanding modem lainnya, serta keharusan penyediaan PC Server yang akan digunakan menerima data membutuhkan tenaga-tenaga khusus yang akan menangani hal tersebut.

Dengan pertimbangan ini, dan juga untuk memberikan kemudahan terhadap pelayanan di seluruh Indonesia, maka dibentuklah Tim Pendamping SEAMOLEC di seluruh propinsi, dan direncanakan akan dibentuk hingga ke tingkat Kabupaten/Kota.

Sekolah maupun institusi lainnya yang berminat dengan layanan SEAMOLEC dapat menghubungi tim ini secara langsung. Dan karena domisili mereka berada di propinsi maupun kabupaten/kota, diharapkan akan mempermudah penanganan permasalahan yang terjadi di lapangan.

Daftar Tim Pendamping SEAMOLEC di seluruh Indonesia adalah:

1 NAD Hizir Sofyan hizir@hizir.net
2 Sumatera Utara Zulkifli Akbar zoelranto@yahoo.com
3 Sumatera Barat Dafwen Toresa dafwen1@yahoo.co.id
4 Sumatera Selatan Edward Ujang bang_eddoo@yahoo.com
5 Jambi Fadly Eka Yandra fadli_e_y@yahoo.com
6 Lampung Wajiran galih_wajiran@yahoo.com Saiful Hidayat saifulkonsultan@yahoo.co.id
7 Bengkulu Beni Rasdiwansyah benirasdiwansyah@yahoo.com
8 Riau Jeffri Hunter alziqra@yahoo.com
9 Kepulauan Riau Said Haikal saidsmkn3@yahoo.co.id
10 Bangka Belitung Decky Sunarto dicky_dirgantara_samudra@yahoo.com
11 Jawa Barat Purwanto pur2001id@yahoo.co.id Karnojoyo Nono Wardono nmardono@yahoo.com Slamet Maryono cre_met@yahoo.com Ade Hendraputra adehendraputra@gmail.com Syamsiatin Fitriyah
12 Banten Bambang Dwi Cahyono bambangdc_ms@yahoo.com
13 Jawa Tengah Muh. Kasmadi muhkasmadi@yahoo.com Adnan Purwanto mc_pwt@yahoo.com Mabekni Yulianto
mabni_yulianto@yahoo.com.sg Mampuono mampumedia@yahoo.com Kardiyono ardiyono_smkn1btg@yahoo.com Nikmah Nurbaity baity1986@yahoo.com Wahyuddin wahcilik@yahoo.com
14 DIY Agus Sugiharto agussgh@yahoo.com Sugeng Andono sugeng_andono@yahoo.com Rohmadi Hidayat rohmadi_hdy@yahoo.com
15 Jawa Timur Anastasia Moertodjo anazmoer@yahoo.com Djoko Suwito djokopurwosari@yahoo.com Muhammad Andik Izzuddin andik32@gmail.com Mochammad Djunaidi Fajar diekfajar@gmail.com Vicktor Lukas
victor_saint@yahoo.com Slamet Siswanto Utomo siswanto1970@yahoo.com Dwi Susanto tanto_oee@yahoo.com
Muslikah
16 Bali I Gde Sukiawan sukiawan@yahoo.com I Nengah Suwarbawa suwarbawa_ngh@yahoo.com
17 NTB Munawar munawar_id@yahoo.com Olan sangilalang@gmail.com
18 NTT Willem Agustinus Kana willemkana2007@yahoo.co.id
19 Kalimantan Barat Karyono cakkaryo@yahoo.com
20 Kalimantan Tengah Mirue mirukoe@yahoo.co.id
21 Kalimantan Selatan Ripai Sutanto ripai68@yahoo.com
22 Kalimantan Timur Muslimin musculi@gmail.com
23 Sulawesi Utara Santri Jaya Malah santrijaya@yahoo.com
24 Sulawesi Barat Idham Sirunna idham_plp@yahoo.com
25 Sulawesi Tengah Badaruddin badar_br2001@yahoo.com
26 Sulawesi Selatan Ardiansyah adigugun2000@yahoo.com Muhammad Resha m_resha@yahoo.com
27 Sulawesi Tenggara Saharuddin sarcom007@gmail.com
28 Gorontalo Agus Husna agushusna@ymail.com
29 Maluku Slamet Riyadi jenggot_smk2amq1@yahoo.co.id
30 Maluku Utara Arifin Kude arifku2@yahoo.com
31 Papua Aries Dewobroto ariessentani@yahoo.com Tamam tamam_papua@yahoo.com
32 Papua Barat Meidi Mokoagouw ict_mkw08@yahoo.com
Khusus untuk DKI Jakarta, ditangani langsung oleh tim IT SEAMOLEC.

Demikian informasi umum mengenai SEA EduNet. Untuk informasi lebih detail silakan menghubungi Pendamping SEAMOLEC yang sudah ada di masing-masing propinsi. [Khalid Mustafa]

sumber http://www.alziqra.net

Rabu, 23 Desember 2009

Tips Mencari Data Di Google


Siapa yang belum mengenal Google ? Wah sudah keterlaluan tuh yang belum mengenal nama ini. Sebenarnya ada apa dibalik nama google? Rasanya sudah tidak bisa diragukan lagi, bahwa google sebagai sebuah mesin pencari (search engine) memang memiliki kehandalan tersendiri dibanding para kompetitornya. Banyak sekali rahasia-rahasia tersembunyi dibalik halaman sederhana mesin pencari google. Mungkin fitur yang paling banyak digunakan oleh orang adalah memanfaatkan fasilitas Search Engine-nya.

Seberapa bisakah kita memanfaatkan google untuk mencari data ? Silahkan anda menilai diri sendiri . Secara umum, jenis pencarian di Google terbagi dua mode : Basic Search dan Advanced Search. Basic Search merupakan fasilitas fitur pencarian yang sudah biasa kita gunakan. Untuk Advanced Search merupakan fasilitas pencarian yang lebih mendalam lagi.


Untuk mempermudah mempelajarinya, saya akan mengelompokkan fitur ini menjadi dua. Bila nantinya masih terdapat kekurangan, bisa kirim komentar untuk menyempurnakan artikel ini :

FITUR PENCARIAN DASAR

Menggunakan operator AND : Mencari informasi yang mengandung kedua atau lebih kata-kata yang dicari. Cara penulisan yang bisa dilakukan adalah seperti dibawah ini dan memiliki arti yang sama.
tutorial linux
tutorial AND linux
tutorial+linux


Menggunakan operator OR : Mencari informasi yang mengandung salah satu dari kedua kata. Bisa menggunakan salah satu dari dua contoh berikut :
windows OR linux
windows | linux


Menggunakan FRASE : Digunakan untuk mencari informasi yang mengandung frase dari sebuah kata/kalimat. Untuk menggunakannya cukup menambahkan tanda “ ” diantara teks. Contoh:
“perangkat keras”


Menggunakan Operator NOT : Digunakan untuk mencari informasi tanpa menggunakan kata tertentu. Jadi hasil pencarian yang akan diproses adalah kata yang di depan, buka dibelakang minus (-). Contoh penggunaan, kita akan mencari informasi yang mengandung kata install windows tapi bukan XP.
install windows –XP


SYNONYM (~): Mencari kata beserta sinonim-sinonimnya atau kata yang searti. Contoh di bawah akan membawa hasil pencarian : komputer dan sinonim-sinonimnya.
~komputer




ASTERIK (*): Simbol (*) digunakan untuk mencari semua kata. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat bisa: Instalasi SQL Server, Instalasi Proxy Server, Instalasi VMware Server, dll :
Instalasi * Server


TANDA TITIK (.): Tanda dot (.) digunakan untuk mencari karakter pengganti huruf, angka dan karakter tunggal ataupun non tunggal. Kalo dilihat contoh di bawah, hasil yang didapat bisa dari pencarian .tube : youtube, bee-tube, dll
.tube

CASE INSENSITIVE : Pencarian di Google tidak mengenal huruf kapital dan non kapital, jadi Google menganggap semua cara penulisan dengan kata yang sama akan menghasilkan yang sama pula. Sebagai contoh, pc guru, Pc Guru, PC Guru, PC GURU, pC gURU, Pc GuRu, dll akan membawa hasil pencarian yang sama.

PENGABAIAN KATA: Google mengabaikan keyword berupa karakter tunggal dan kata-kata berikut: a, about, an, and, are, as, at, b, by, from, how, i , in, is, it, of, on, or, that, the, this, to, we, what, when, where, which, with. Apabila kita masih tetap menginginkan pencarian dengan menggunakan kata tersebut, silahkan tambah karakter + atau “ “.

I’M FEELING LUCKY / SAYA LAGI BERUNTUNG : Fitur ini akan membawa kita langsung menuju ke hasil pencarian pertama dari query yang dituju.

FITUR PENCARIAN LANJUT

DEFINE: Mencari definisi dari sebuah kata atau terminologi. Jika kita coba menggunakan fitur tersebut, misalnya mencari definisi dari blogger, hasilnya nanti akan menampilkan definisi blogger dari berbagai sumber.
define:blogger

CACHE: Google mengambil snapshot dari tiap halaman yang diuji ketika menjaring web dan menyimpannya sebagai cadangan jika halaman aslinya tidak tersedia. Jadi andapun akan mengetahui kapan halaman anda terindex oleh mesin google. Contoh di bawah akan menghasilkan pencarian kata linux pada situs pcguru.okihelfiska.net yang ada di indeks Google.
cache:pcguru.okihelfiska.net linux

LINK: Berguna untuk menampilkan daftar link yang mengarah ke sebuah situs tertentu. Contoh di bawah akan menampilkan daftar link yang mengarah ke situs pcguru.okihelfiska.net
link:pcguru.okihelfiska.net

RELATED: Menampilkan daftar situs yang serupa, mirip atau memiliki hubungan dengan suatu situs
related:pcguru.okihelfiska.net

INFO: Menampilkan informasi yang Google ketahui tentang sebuah situs
info:pcguru.okihelfiska.net

SITE: Menampilkan pencarian khusus di suatu situs yang ditunjuk alamatnya. Misalnya kita akan mencari kata linux di situs pcguru.okihelfiska.net
linux site:pcguru.okihelfiska.net

FILETYPE: Menampilkan hasil pencarian untuk suatu jenis (ekstensi) file tertentu. Jenis file yang bisa dicari adalah: doc, xls, rtf, swf, ps, lwp, wri, ppt, pdf, mdb, txt, dll. Contoh di bawah akan menampilkan hasil pencarian berupa file PDF yang mengandung keyword modul internet
modul internet filetype:pdf

ALLINTITLE: Menampilkan seluruh kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan menghasilkan halaman yang memiliki title tutorial photoshop. allintitle ini tidak dapat digabungkan dengan operator (sintaks) lain. Gunakan intitle untuk keperluan itu.
allintitle:tutorial photoshop

INTITLE: Menampilkan satu kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan menghasilkan halaman yang memiliki title tutorial dan isi halaman yang mengandung kata photoshop
intitle:tutorial photoshop

ALLINURL: Menampilkan seluruh kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasilkan daftar URL yang mengandung kata tutorial dan photoshop. allinurl ini tidak dapat digabungkan dengan operator (sintaks) lain. Gunakan inurl untuk keperluan itu.
allinurl:tutorial photoshop

INURL: Menampilkan satu kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasilkan daftar URL yang mengandung kata web dan isi halaman yang mengandung kata programming
inurl:web programming

Untuk memaksimalkan hasil pencarian, anda dapat menggabungkan semua fitur pencarian yang ada pada google, kecuali beberapa fitur yang tidak bisa digabungkan dengan fitur lain.

Sebagai contoh penulisan :

filetype:doc site:www.ri.go.id –peraturan

Artinya kita melakukan pencarian file dengan type .doc pada situs www.ri.go.id tanpa mengikutkan kata peraturan.

Referensi :

romisatriawahono.net
google.com
pcguru.okihelfiska.net

Selasa, 01 Desember 2009

CARA MEMBUAT HOTSPOT DENGAN MIKROTIK


Peralatan apa saja yg dibutuhkan dalam membangun Rumah Hotspot :1. Koneksi Interenet Unlimited, kalau limited sih bisa, tp kalau pemakaian dibatasi malah bisa2 kita tidak bisa tenang dalam berinternet karena harus memikirkan kuota yg ada ( bisa speedy office unlimited, ISP local menggunakan jaringan wireless, GPRS/3G)2. Akses Point ( bisa menggukan USB wifi adapter, merk TP LINK WN322G adalah paling murah setau saya karena bisa dijadikan usb wifi penerima sinyal dan akses point mode, seharga 250rban…Bisa juga pake Radio Akses Point + router kalau bisa..merknya, mulai edimax, minitar, linksys dll tergantung budget anda )3. Komputer Server minim P2 ( khusus untuk koneksi dari ISP local yg bersistem dial vpn karena koneksi harus dipanggil dari computer tidak bisa langsng ke akses point router…jadi kalau koneksi rumah hotpsot 24jam computer juga harus nyala 24jam, beda kalau pake koneksi ADSL karena dari modem adsl bisa langsung ke akses point tanpa ada computer yg menyala..)4. Laptop ( ini wajib hukumnya untuk melihat apakah hotspot yg kita buat berhasil apa tidak )
1. Setup Hotspot Mikrotik
Paling mudah menurut saya bisa menggunakan Mikrotik, ada fasilitas IP –Hotspot. Hotspot disini tidak harus berupa WiFi, tetapi jaringnan kebel-pun bisa anda setup jadi seperti Hotspot. Setiap pengguna yang ingin login harus memasukan user/password ketika pertama kali browsing. Misal seperti tampil digambar berikut, misal pertama kali user yang akan mengakses situs tertentu akan di redirect ke halaman login.

Tampilan Login saat Browsing
Langkah mudah setup Hotspot Mikrotik :1. Pertama masuk ek router dengan WINBOXMisal kita mempunyai 2 Interface :Up yang ke InternetLAN yang ke LAN (akan disetup jadi Hotspot)
2. Winbox : Pilih Menu IP -> Hotspot3. Hotspot : Pilih tab Server ->Hotspot Setup4. Selanjutnya Ikuti Langkah berikut :
Step By Step :
Pilih ethernet
Seting IP
Seting DHCP IP pool (batasan IP untuk DHCP)
Sertifikat (none saja)
SMTP Biarkan 0.0.0.0 saja
DNS sesuaikan dengan DNS anda, atau tanyakan ISP anda
DNS name untuk Hotspot Anda, bisa juga anda Kosongi -> OK
Untuk IP, DNS silahkan sesuaikan dengan paramater IP yang ada di tempat anda.
2. Menambah User baruMenambah User baru seraca mudah bisa dilakukan dengan caraPilih : IP -> Hospot -> User -> +Tulis Nama User dan Password
3. Lebih jauh, Menambah User dengan Profil BerbedaDalam Mikrotik hospot memberikan kemudahan kita untuk men-setup user dengan profil yang berbeda, misalnya ada 2 profil user VIP dan Biasa. Dimana VIP bisa memperoleh kecepatan akses yang lebih dari user bisa, meskipun sama-sama menggunakan fasilitas Hotspot. Dalam captur gambar saya membuat beberapa profil berbeda misalnya : Mahasiswa, Karyawan, Dosen, Pejabat dan Tamu. Nama dan setingan dari profil bisa anda tentukan sendiri. Akan saya coba tunjukan caranya, mensetup salah satu profil.
a. Setup profil dilakukan dengan cara :Winbox : IP -> Hotspot -> User Profil ->HotspotUser Profil : General -> Nama Profil (misal : Mahasiswa) -> Rate Limit (tx/rx) -> OK

Buat User profil mikrotik hotspot
Pada “Rate Limit” bisa anda isikan misal dengan beberapa cara (nilai bisa anda sesuaikan sesuai kebijakan IT ditempat anda ), misal :1. 128 k : Upload dan download 128 kbps2. 256k/128k : Uplaod 256kbps dan download 128 kbps3. x1k/y1k x2k/y2k x3k/y3k x5/y5 P x6k/y6k -> Cara yang paling bagus Menurut saya.
x1k/y1k : Rate (TX rate/ RX rate misal : 128k/1024k)x2k/y2k : Burst Rate (misal : 256k/2048k)x3k/y3k : Burst Threshold (misal : 160k/1280k)x5/y5 : Burst Time (dalam detik misal : 60/60)P : Prioritas (nilai 1-8), 1 adalah prioritas utamax6k/y6k : Minimum rate: (i.e 32k/256k)
Untuk Cara yang ketiga bisa dilihat efeknya akan seperti gambar berikut :

Burst time dan Limit di Mikrotik
b. Penambahan User baruWINBOX : IP -> User ->Hotspot User
Name : Isikan nama userPassword : Password UserProfile : Pilih profile dari user yang akan dibuatOK dan Lihat hasilnya di List user yang ada.4. Modifikasi Halaman LoginYang bisa anda lakukan untuk merubah tampilan Login adalah dengan memodifikasi file. Ambil file menggunakan FTP ke Mikrotik anda. Salah satu file yang bisa dimodifikasi adalah login.html sebelumnya saya sarankan untuk membackup dulu file tersebut sebelum melakukan perubahan. Setelah selesai anda bisa mengupload lagi dan mengecek, apakah sudah bekerja dengan benar atau belum.

Peralatan apa saja yg dibutuhkan dalam membangun Rumah Hotspot :1. Koneksi Interenet Unlimited, kalau limited sih bisa, tp kalau pemakaian dibatasi malah bisa2 kita tidak bisa tenang dalam berinternet karena harus memikirkan kuota yg ada ( bisa speedy office unlimited, ISP local menggunakan jaringan wireless, GPRS/3G)2. Akses Point ( bisa menggukan USB wifi adapter, merk TP LINK WN322G adalah paling murah setau saya karena bisa dijadikan usb wifi penerima sinyal dan akses point mode, seharga 250rban…Bisa juga pake Radio Akses Point + router kalau bisa..merknya, mulai edimax, minitar, linksys dll tergantung budget anda )3. Komputer Server minim P2 ( khusus untuk koneksi dari ISP local yg bersistem dial vpn karena koneksi harus dipanggil dari computer tidak bisa langsng ke akses point router…jadi kalau koneksi rumah hotpsot 24jam computer juga harus nyala 24jam, beda kalau pake koneksi ADSL karena dari modem adsl bisa langsung ke akses point tanpa ada computer yg menyala..)4. Laptop ( ini wajib hukumnya untuk melihat apakah hotspot yg kita buat berhasil apa tidak )
1. Setup Hotspot Mikrotik
Paling mudah menurut saya bisa menggunakan Mikrotik, ada fasilitas IP –Hotspot. Hotspot disini tidak harus berupa WiFi, tetapi jaringnan kebel-pun bisa anda setup jadi seperti Hotspot. Setiap pengguna yang ingin login harus memasukan user/password ketika pertama kali browsing. Misal seperti tampil digambar berikut, misal pertama kali user yang akan mengakses situs tertentu akan di redirect ke halaman login.

Tampilan Login saat Browsing
Langkah mudah setup Hotspot Mikrotik :1. Pertama masuk ek router dengan WINBOXMisal kita mempunyai 2 Interface :Up yang ke InternetLAN yang ke LAN (akan disetup jadi Hotspot)
2. Winbox : Pilih Menu IP -> Hotspot3. Hotspot : Pilih tab Server ->Hotspot Setup4. Selanjutnya Ikuti Langkah berikut :
Step By Step :
Pilih ethernet
Seting IP
Seting DHCP IP pool (batasan IP untuk DHCP)
Sertifikat (none saja)
SMTP Biarkan 0.0.0.0 saja
DNS sesuaikan dengan DNS anda, atau tanyakan ISP anda
DNS name untuk Hotspot Anda, bisa juga anda Kosongi -> OK
Untuk IP, DNS silahkan sesuaikan dengan paramater IP yang ada di tempat anda.
2. Menambah User baruMenambah User baru seraca mudah bisa dilakukan dengan caraPilih : IP -> Hospot -> User -> +Tulis Nama User dan Password
3. Lebih jauh, Menambah User dengan Profil BerbedaDalam Mikrotik hospot memberikan kemudahan kita untuk men-setup user dengan profil yang berbeda, misalnya ada 2 profil user VIP dan Biasa. Dimana VIP bisa memperoleh kecepatan akses yang lebih dari user bisa, meskipun sama-sama menggunakan fasilitas Hotspot. Dalam captur gambar saya membuat beberapa profil berbeda misalnya : Mahasiswa, Karyawan, Dosen, Pejabat dan Tamu. Nama dan setingan dari profil bisa anda tentukan sendiri. Akan saya coba tunjukan caranya, mensetup salah satu profil.
a. Setup profil dilakukan dengan cara :Winbox : IP -> Hotspot -> User Profil ->HotspotUser Profil : General -> Nama Profil (misal : Mahasiswa) -> Rate Limit (tx/rx) -> OK

Buat User profil mikrotik hotspot
Pada “Rate Limit” bisa anda isikan misal dengan beberapa cara (nilai bisa anda sesuaikan sesuai kebijakan IT ditempat anda ), misal :1. 128 k : Upload dan download 128 kbps2. 256k/128k : Uplaod 256kbps dan download 128 kbps3. x1k/y1k x2k/y2k x3k/y3k x5/y5 P x6k/y6k -> Cara yang paling bagus Menurut saya.
x1k/y1k : Rate (TX rate/ RX rate misal : 128k/1024k)x2k/y2k : Burst Rate (misal : 256k/2048k)x3k/y3k : Burst Threshold (misal : 160k/1280k)x5/y5 : Burst Time (dalam detik misal : 60/60)P : Prioritas (nilai 1-8), 1 adalah prioritas utamax6k/y6k : Minimum rate: (i.e 32k/256k)
Untuk Cara yang ketiga bisa dilihat efeknya akan seperti gambar berikut :

Burst time dan Limit di Mikrotik
b. Penambahan User baruWINBOX : IP -> User ->Hotspot User
Name : Isikan nama userPassword : Password UserProfile : Pilih profile dari user yang akan dibuatOK dan Lihat hasilnya di List user yang ada.4. Modifikasi Halaman LoginYang bisa anda lakukan untuk merubah tampilan Login adalah dengan memodifikasi file. Ambil file menggunakan FTP ke Mikrotik anda. Salah satu file yang bisa dimodifikasi adalah login.html sebelumnya saya sarankan untuk membackup dulu file tersebut sebelum melakukan perubahan. Setelah selesai anda bisa mengupload lagi dan mengecek, apakah sudah bekerja dengan benar atau belum.