Jumat, 18 Juni 2010

Frekuensi Global TV

Hari ini tanggal 11 mei 2010. Frekwensi global tv yang lama diganti dengan siaran lejel tv. Lejel home shoping yaitu siaran yang berjualan barang barang yang istimewa dan sangat populer buat kalangan the have. To the point aja.
Setelah seharian mencari frekwensi baru global tv, akhirnya ketemu juga, thanks ya buat Noe dan Wisnu8 atas info kalian. Frekwensi ini telah kumasukkan ke digital saya dan langsung tokcer :-) Ini dia Frekwensi global tv yang baru.
SATELIT PALAPA
Frekwensi 03933
Polarisasi H Simbol rate 06499

video pid 0308
audio pid 0256
pcr pid 8190

info ini diambil dari

moga berguna untuk kita semua.

Selasa, 09 Februari 2010

CARA MELAKUKAN POINTING Wireless ISP


  • Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan Pointing Wireless, peralatan yang cukup untuk keperluan dilapangan .

    Peralatan tersebut mencakup :
    1. GPS
    2. Kompas
    3. Binocular
    4. pigtail
    5. Wireless AP 802.11a


    6. Antena Grid
    7. Notebook, Radio komunikasi (HT), pipa besi , klem pipa.
    8. Cable tester, Crimping Tool, konektor RJ45, Kabel power roll, UTP cable.
    9. Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing.
    10. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel (silicon), rubber 3M, senter (flash light)
    11. Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet

    Survey Lokasi
    1. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
    2. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstacle) sepanjang path
    3. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
    4. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi. Perhitungkan signal multipath dan adanya cross section signal dari station lain
    5. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
    6. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat.

    Pemasangan Konektor
    1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 atau CNT400 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
    2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
    3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
    4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
    5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser. Test kemungkinan short dengan multimeter
    6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
    7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah), atau isolasi 3 M. Lapisi juga dengan silicon gel
    8. Tutup seluruh permukaan dengan isolator karet bakar untuk mencegah air
    9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
    10. Konektor terbaik adalah model hexa (crimp) tanpa solderan dan drat (screw) sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet.

    Pembuatan POE

    Ini hanya optional, kalo sekarang banyak Access Point yang sudah menggunakan POE. Jadi sudah satu paket dengan Accas Point nya.

    1. Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
    2. POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss dan gunakan adaptor dengan daya (Ampere) lebih besar dari standar bawaan perangkat agar mampu mencapai redaman sepanjang kabel UTP
    3. Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator (silicon) gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
    4. Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter.

    Instalasi Antena

    Di sini dibahas pemasangan dengan menggunakan tower triangle.
    1. Panjat tower tersebut sampai di ketinggian yang di perlukan (minimal 1st freznel zone terlewati terhadap obstacle terdekat). Sebelum memanjat cek kelengkapan alat yang diperlukan untuk instalasi di atas tower, jangan sampai ada yang tertinggal, karena akan merepotkan diri sendiri maupun orang lain . Peralatan yang lain seperti grid, radio AP, pipa besi (stang) bisa dibawa langsung atau di tarik menggunakan tali.
    4. Pasang antena di pipa besi, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
    5. Pasang kabel ke Radio AP yang sudah dimasukkan dalam box, rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
    6. Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah.

    Instalasi Perangkat Radio

    1. Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
    2. Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
    3. Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
    4. Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
    5. Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
    6. Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
    7. Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
    8. Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna.

    Pengujian Noise
    1. Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
    2. Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
    3. Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
    4. Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
    5. Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
    6. Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
    7. Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.

    Perakitan Antena
    1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
    2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan3
    . Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
    4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
    5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan.

    Pointing Antena
    1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
    2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
    3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
    4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
    5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
    6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
    7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)

    Pengujian Koneksi Radio
    1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
    2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
    3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
    4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
    5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
    6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
    7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
    8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
    9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
    10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar.

    sumber : http://fauzhi.wordpress.com
  • Sabtu, 09 Januari 2010

    Praktek melakukan perintah dasar Mysqladmin untuk mengatur MySQL Server

    MySQLAdmin digunakan untuk melakukan konfigurasi pada MySQL Server. Bagi yang ingin belajar menggunakan database ini, ada beberapa perintah yang biasa digunakan dalam MySQL.
    1. Bagaimana merubah Password user Root pada MySQL?

    Kita asumsikan bahwa password lama yang kita gunakan adalah “123456”, dan password baru adalah “654321” tanpa tanda kutip.

    # mysqladmin -u root –p123456 password 654321

    Untuk menguji perubahan yang terjadi, silahkan ketik perintah dibawah ini :

    # mysql -u root -p654321
    Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
    Your MySQL connection id is 8
    Server version: 5.1.25-rc-community MySQL Community Server (GPL)

    Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.

    mysql>

    2. Bagaimana mengecek MySQL Server sedang aktif dan berjalan ?

    # mysqladmin -u root -p ping
    Enter password:
    mysqld is alive
    3. Bagaimana mencari versi MySQL yang anda gunakan ?

    # mysqladmin -u root -p654321 version

    Hasil jika menggunakan Linux :
    mysqladmin Ver 8.42 Distrib 5.1.25-rc, for redhat-linux-gnu on i686
    Copyright (C) 2000-2006 MySQL AB
    This software comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY. This is free software,
    and you are welcome to modify and redistribute it under the GPL license

    Server version 5.1.25-rc-community
    Protocol version 10
    Connection Localhost via UNIX socket
    UNIX socket /var/lib/mysql/mysql.sock
    Uptime: 107 days 6 hours 11 min 44 sec

    Threads: 1 Questions: 231976 Slow queries: 0 Opens: 17067
    Flush tables: 1 Open tables: 64 Queries per second avg: 0.25
    Hasil jika menggunakan Windows :mysqladmin  Ver 8.41 Distrib 5.0.22, for Win32 on ia32
    Copyright (C) 2000 MySQL AB & MySQL Finland AB & TCX DataKonsult AB
    This software comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY. This is free software,
    and you are welcome to modify and redistribute it under the GPL license

    Server version 5.0.22-community-nt-log
    Protocol version 10
    Connection localhost via TCP/IP
    TCP port 3306
    Uptime: 3 hours 7 min 10 sec

    Threads: 1 Questions: 94 Slow queries: 0 Opens: 0Flush tables: 1 Open tables: 1 Queries per second avg: 0.008
    4. Apa status terakhir dari MySQL server anda ?
    # mysqladmin -u root -p654321 status
    Uptime: 11680
    Threads: 1 Questions: 231977 Slow queries: 0 Opens: 17067
    Flush tables: 1 Open tables: 64 Queries per second avg: 0.25

    Keterangan :

    • Uptime: Uptime dari mysql server dalam detik
    • Threads: Total jumlah client yang terkoneksi pada server.
    • Questions: Total jumlah dari querie yang dijalankan sejak startup.
    • Opens: Total jumlah dari table yang dibuka oleh server.
    • Flush tables: Berapa lama tables di flush.
    • Open tables: Total jumlah table yang dibuka dalam database.
    5. Bagaimana melihat semua status dari MySQL Server berdasarkan variable dan value saat ini ?
    # mysqladmin -u root -p654321 extended-status
    +-----------------------------------+-----------+
    | Variable_name | Value |
    +-----------------------------------+-----------+
    | Aborted_clients | 579 |
    | Aborted_connects | 8 |
    | Binlog_cache_disk_use | 0 |
    | Binlog_cache_use | 0 |
    | Bytes_received | 41387238 |
    | Bytes_sent | 308401407 |
    | Com_admin_commands | 3524 |
    | Com_assign_to_keycache | 0 |
    | Com_alter_db | 0 |
    | Com_alter_db_upgrade | 0 |
    6. Bagaimana menampilkan semua sistem MySQL server variabel dan values?
    # mysqladmin  -u root -p654321 variables
    +---------------------------------+---------------------------------+
    | Variable_name | Value |
    +---------------------------------+---------------------------------+
    | auto_increment_increment | 1 |
    | basedir | / |
    | big_tables | OFF |
    | binlog_format | MIXED |
    | bulk_insert_buffer_size | 8388608 |
    | character_set_client | latin1 |
    | character_set_database | latin1 |
    | character_set_filesystem | binary |

    skip.....

    | wait_timeout | 28800 |
    +---------------------------------+---------------------------------+
    7. Bagaimana membuat database dalam MySQL ?
    # mysqladmin -u root -p654321 create belajardb

    # mysql -u root -p654321
    Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
    Your MySQL connection id is 705
    Server version: 5.1.25-rc-community MySQL Community Server (GPL)

    Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the buffer.

    mysql> show databases;
    +--------------------+
    | Database |
    +--------------------+
    | information_schema |
    | mysql |
    | wordpress |
    | belajardb |
    +--------------------+
    4 rows in set (0.00 sec)
    8. Bagaimana menghapus/delete MySQL database?
    # mysqladmin -u root -p654321 drop belajardb
    Dropping the database is potentially a very bad thing to do.
    Any data stored in the database will be destroyed.

    Do you really want to drop the 'belajardb' database [y/N] y
    Database “belajardb” dropped

    # mysql -u root -p654321
    Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
    Your MySQL connection id is 707
    Server version: 5.1.25-rc-community MySQL Community Server (GPL)

    Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.

    mysql> show databases;
    +--------------------+
    | Database |
    +--------------------+
    | information_schema |
    | mysql |
    | wordpress |
    +--------------------+
    3 rows in set (0.00 sec)
    9. Bagaimana melakukan reload/refresh hak akase pada tables?
    # mysqladmin -u root -p654321 reload
    # mysqladmin -u root -p654321 refresh
    10. Bagaimana melakukan shutdown yang aman pada MySQL server?
    # mysqladmin -u root -p654321 shutdown

    # mysql -u root -p654321
    ERROR 2002 (HY000): Can't connect to local MySQL server
    through socket '/var/lib/mysql/mysql.sock'

    NB : Untuk menjalankannya kembali kita tinggal mengetikkan perintah :

    Bagi pengguna Linux : /etc/rc.d/init.d/mysql start

    Bagi pengguna Windows : X:\MySQL\bin\mysql-nt

    Menggabungkan multiple perintah pada mysqladmin.

    Didalam menjalankan perintah pada mysqladmin, kita juga dapat menggabungkan beberapa perintah dijalan sekaligus. Umpamanya untuk melihat versi dan juga status dari MySQL Server.

    # mysqladmin -u root -p654321 status version

    Hasil yang ditampilkan akan terlihat seperti dibawah ini :
    Uptime: 3135
    Threads: 1 Questions: 80 Slow queries: 0 Opens: 15 Flush tables: 3
    Open tables: 0 Queries per second avg: 0.25

    mysqladmin Ver 8.42 Distrib 5.1.25-rc, for redhat-linux-gnu on i686
    Copyright (C) 2000-2006 MySQL AB
    This software comes with ABSOLUTELY NO WARRANTY. This is free software,
    and you are welcome to modify and redistribute it under the GPL license

    Server version 5.1.25-rc-community
    Protocol version 10
    Connection Localhost via UNIX socket
    UNIX socket /var/lib/mysql/mysql.sock
    Uptime: 52 min 15 sec

    Contoh perintah diatas juga bisa disingkat menjadi seperti dibawah ini :

    # mysqladmin  -u root -p654321 pro stat ver

    Gunakan opsi -h, untuk koneksi melalui remote ke MySQL server dan langsung menjalankan beberapa perintah mysqladmin.

    # mysqladmin -h 192.168.1.1 -u root -p654321 pro stat ver

    http://pcguru.okihelfiska.net

    Kamis, 07 Januari 2010

    Virus Total - Scan Dengan 32 Anti Virus Sekaligus

    Banyak diantara kita yang meragukan kemampuan antivirus pada komputer. Secara umum semua antivirus mempunyai kemampuan mengatasi virus yang berbeda-beda. Tetapi manakah antivirus yang paling oke ? Susah untuk kita melakukan klaim sebuah antivirus tersebut bagus atau tidak.

    Nah solusi yang paling aman adalah melakukan scan dengan berbagai antivirus melalui layanan online. VirusTotal adalah layanan online yang mampu menganalisis file yang mencurigakan dan mampu mendeteksi secara cepat virus, worm, trojan, dan segala jenis malware yang dideteksi oleh mesin antivirus dengan 32 engine antivirus.

    Diantara perusahaan yang tergabung dalam VirusTotal tersebut adalah :

    Selain itu VirusTotal, juga bersifat Gratis, Menggunakan engine beberapa antivirus, Update Real-time virus signature, Menampilkan hasil detailed dari masing-masing mesin antivirus dan real time statistik global.

    Yang perlu diketahui tentang VirusTotal adalah fasilitas ini bukanlah pengganti perangkat lunak antivirus yang terinstal di PC, karena hanya memindai file sesuai dengan permintaan individu. jadi tidak menawarkan perlindungan permanen bagi sistem komputer anda.

    http://www.belajarpc.info

    Login Windows Administrator Dan Linux Root Tanpa Memerlukan Password (Hack)

    Setiap Sistem Operasi saat ini selalu dilengkapi dengan password untuk menjaga keamanan komputer tersebut. Tetapi dengan adanya password, banyak juga diantara kita yang kelupaan dengan password tersebut. Bisa kacau juga kalau yang punya komputer lupa dengan passwordnya. Bisa-bisa diinstal ulang lagi komputer tersebut.

    Untuk mengatasi hal ini, sangat banyak cara yang bisa dilakukan. Tentu saja menggunakan 3rd party software atau dengan bantuan software dari pihak lain, seperti PC Login Now, OPHCrack, Ultimate Boot CD, dll. Sekarang ada lagi software yang cukup ampuh untuk mengatasi kelupaan password. Tanpa harus mereset atau menghapus password kita dapat login ke Sistem Operasi tersebut.

    Software tersebut adalah Kon-Boot Bootable CD. Kon-Boot ini merupakan sebuah sistem operasi yang dapat dijalankan melalui CD ataupun Floppy Drive. Kelebihan software ini adalah mampu melewati password dari Sistem Operasi tanpa harus mengetikkan passwordnya. Dan juga memiliki ukuran yang sangat kecil yaitu sekitar 110 KB setelah di jadikan Bootable CD. Jadi gak susahkan untuk mendowloadnya.

    Adapun Sistem operasi yang mampu direset oleh kon-boot adalah :

    Versi Windows :
    - Windows Server 2008 Standard SP2 (v.275)
    - Windows Vista Business SP0
    - Windows Vista Ultimate SP1
    - Windows Vista Ultimate SP0
    - Windows Server 2003 Enterprise
    - Windows XP
    - Windows XP SP1
    - Windows XP SP2
    - Windows XP SP3
    - Windows 7

    Versi Linux :
    - Gentoo 2.6.24-gentoo-r5
    - Ubuntu 2.6.24.3-debug
    - Debian 2.6.18-6-6861
    - Fedora 2.6.25.9-76.fc9.i6862

    Cara menggunakan Kon-Boot :

    1. Download Kon-Boot ISO dari situs resminya. Lalu burning ke CD dengan menggunakan Software Burning.

    2. Boot komputer melalui CD Drive. (Sebelumnya atur dahulu boot prioritas melalui BIOS).

    3. Tunggu beberapa saat, nantinya akan tampil layar Login ke sistem operasi.

    http://www.belajarpc.info/

    Penjadwalan tugas dengan cron dan at


    Di Linux, kita dapat menentukan kapan suatu tugas atau program di-eksekusi. Pengaturan waktu atau penjadwalan ini dapat berlangsung secara berulang maupun sesaat (hanya sekali eksekusi) di waktu yang akan datang. Contoh jadwal yang berulang, kita memerintahkan komputer untuk mengambil email setiap 30 menit, setiap hari. Contoh penjadwalan sesaat, komputer akan mengambil email besok siang pada jam 13.00. Bagaimana caranya? Dalam artikel ini, saya akan menjelaskan cara penggunaan cron untuk mengatur jadwal berulang dan at untuk jadwal sesaat.

    cron

    cron dapat diaktifkan agar jalan saat Linux dinyalakan (boot) melalui ntsysv atau manual melalui terminal. Contoh cara mengaktifkan pada RedHat:

    # /etc/rc.d/init.d/crond start

    cron merupakan program daemon yang setiap menit men-cek apakah ada perintah yang mesti dijalankan. Daftar atau tabel cron (crontab), yaitu file yang berisi jadwal perintah, ada di direktori spool (misalnya /var/spool/cron/). Nama file itu sama dengan nama user pemilik atau pembuat jadwal. Untuk membuat atau mengedit crontab, user dapat menggunakan program yang juga bernama crontab. Secara default, crontab akan menjalankan editor yang dijadikan standar, biasanya vi. Sebagai root, kita dapat mengedit langsung file crontab yang ada di direktori spool cron (/var/spool/cron/nama_user) atau menggunakan program bantu Linuxconf (khusus RedHat dan turunannya).

    Ada 3 option dalam menjalankan crontab sebagai user biasa:
    $ crontab -e (artinya mengedit atau membuat baru tabel cron atau daftar tugas).
    $ crontab -l (artinya menampilkan daftar tugas yang telah ada).
    $ crontab -r (artinya menghapus daftar tugas yang ada).
    Sebagai root, kita dapat mengedit, melihat atau menghapus crontab user dengan tambahan option -u, misalnya:
    # crontab -eu rus (artinya mengedit crontab yang dimilki user rus).

    Format crontab
    Sebuah crontab merupakan daftar program yang akan dijalankan secara berulang melalui terminal atau command line, lengkap dengan waktu kapan program tersebut dijalankan. Setiap program dijadwalkan dalam satu baris dengan makna sebagai berikut:
    menit jam tanggal bulan hari
    Contoh crontab di bawah ini akan menjalankan fetchmail setiap menit (*), setiap jam (*), setiap hari/tanggal (*), setiap bulan (*) dan setiap hari dalam seminggu (*).
    * * * * * fetchmail
    Contoh berikut ini, fetchmail hanya dijalankan setiap (interval) 5 menit (*/5), antara jam 8 pagi hingga jam 5 sore (8-17), setiap hari Senin hingga Jumat (1-5).
    */5 8-17 * * 1-5 fetchmail
    Nama (case sensitive) juga dapat digunakan untuk crontab, misalnya sun-sat (artinya Minggu hingga Jumat), jan-dec (Januari – Desember).

    Izin Menggunakan crontab
    Ada 2 file yang berfungsi mengatur pemberian izin penggunaan crontab, yaitu /etc/cron.allow dan /etc/cron.deny. Yang dicek pertama adalah cron.allow, yaitu daftar user yang diizinkan menggunakan crontab. User selain yang terdaftar di cron.allow tidak boleh menggunakan crontab. Bila cron.allow tidak ada, cron.deny akan dibaca. User selain yang terdaftar di cron.deny diizinkan menggunakan crontab. Jika kedua file tidak ada, semua user dapat menggunakan crontab.

    at

    Perintah (command) at digunakan untuk membuat jadwal eksekusi sebuah atau lebih program di waktu yang akan datang. Ada 4 perintah yang terkait dengan at, yaitu:
    1. at, artinya jalankan perintah atau program pada watu yang ditentukan.
    2. atq, artinya list atau tampilkan daftar perintah yang akan dijalankan.
    3. atrm, artinya batalkan perintah yang telah dijadwal.
    4. batch, artinya jalankan perintah jika tingkat beban sistem memungkinkan.
    Sebelum menjalankan at, daemon at (atd) harus dijalankan, misalnya di RedHat dengan perintah sebagai berikut:
    # /etc/rc.d/init.d/atd start
    Contoh penulisan peintah at:
    # at now + 2 minutes
    at> fetchmail
    at>
    Catatan: merupakan hasil penekanan tombol atau ^D. Gambar-1 memperlihatkan tampilan ketika menjalankan perintah at tersebut, yang maksudnya adalah program fetchmail akan dijalankan 2 menit setelah menajalankan at ini.
    Bentuk umum perintah at adalah:
    at [-V] [-q ] [-f ] [-mld]

    Spesifikasi Waktu
    Selain now (sekarang), waktu juga dapat dinyatakan dengan today (hari ini), tomorrow (hari esok), 4am (jam 4 pagi), 4pm (jam 4 sore), dll. Penulisan waktu ini dapat secara mutlak atau relatif. Contoh, jika saat ini hari Senin, tanggal 16 April 2001, dan kita ingin menjalankan sebuah program pada pukul 4 sore pada hari Kamis atau 3 hari kemudian, ada 2 cara menuliskan perintah:
    at 4pm + 3 days
    atau
    at 4pm April 19

    Izin Menjalankan at
    Seperti cron, at juga dikontrol oleh 2 file, /etc/at.deny dan /etc/at.allow. /etc/at.allow akan dicek lebih dulu. Jika ada, hanya user yang tercatat di at.allow yang diizinkan menggunakan at. Jika /etc/at.allow tidak ada, /etc/at.deny akan dicek. Semua user yang tidak tercantum di dalam at.deny dapat menjalankan at. Kebalikan dari cron, jika kedua file tidak ada, hanya superuser (root) yang diizinkan menggunakan at.

    Tutorial Iptables dasar 2


    Pada tulisan terdahulu kita telah membahas tentang membuat firewall sederhana yaitu memblok semua koneksi masuk dan mengizinkan koneksi keluar. Sekarang kita akan membahas cara aman membuka beberapa hole di firewall kita untuk memungkinkan beberapa koneksi masuk. Untuk melakukan ini terdapat 4 parameter utama dalam penyaringan yaitu :

    - Interface – eth0, eth1, ppp0 dll
    - IP Address – Single IP Address atau range IP Address
    - Protocol – tcp, udp, icmp, semua
    - Ports – single port atau range dari port

    Interface

    Dalam contoh kita terdahulu, kita melihat bagaimana, untuk menerima semua paket masuk pada interface tertentu, dalam hal ini interface lo:

    Iptables –A INPUT –i lo –j ACCEPT

    Misalkan kita memiliki 2 interfce terpisah, eth0 menyambung ke LAN internal dan eth1 yang merupakan koneksi internet/ekternal kita. Kita mungkin akan mengizinkan semua paket masuk pada LAN tapi memfilter paket masuk pada ekternal, kita bisa melakukan hal ini dengan perintah :

     iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT
     iptables -A INPUT -i eth0 -j ACCEPT

    Hati-hati, jika kita ingin mengizinkan semua paket masuk pada exkternal

     iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT
     iptables -A INPUT -i eth1 -j ACCEPT

    Tapi lebih baik jangan lakukan ini.

    IP Address

    Membuka seluruh interface untuk jalan masuk paket tidak dianjurkan, kita mungkin ingin lebih banyak kontrol, apa yang dibolehkan dan apa yang harus ditolak. Kita misalkan, memiliki jaringan kecil komputer yang menggunakan private subnet 192.168.0.x. kita akan membuka firewaal untuk masuk paket dari satu alamat IP terpecaya (misalnya 192.168.0.5)

    # Menerima paket-paket dari alamat IP terpercaya
    iptables -A INPUT -s 192.168.0.5 -j ACCEPT
    # Ubah alamat IP yang sesuai

    Pada command diatas menambah (-A) aturan ke chain INPUT untuk sumber (-s) IP Address 192.168.0.5 untuk menerima (ACCEPT) semua paket

    Jika kita ingin mengizinkan paket masuk dari suatu network dapat dilakukan dengan perintah

    # Menerima paket-paket dari alamat network IP terpercaya
     iptables -A INPUT -s 192.168.0.0/24 -j ACCEPT

    Jika kita ingin menyandingkannya dengan mac address, bisa kita lakukan. Untuk melakukan ini, kita perlu meload modul mac, yang memungkinkan penyariangna terhadap mac address. Disini kita akan menggunakan modul mac untuk memeriksa mac address sumber selain IP address.

    Iptables –A INPUT –s 192.168.0.5 –m mac --mac-source 00:19:7E:3F:3B:CF –j ACCEPT

    Pertama kita gunakan –m mac untuk meload modul mac dan kemudia kita gunakan –mac-source untuk menentukan mac address sumber IP Address (192.168.0.5).

    Hal ini dapat berguna untuk mencegah pemalsuan alamat IP.

    Port dan Protocol

    Sekarang kita melihat pemfilteran terhadap port dan protokol untuk memungkinkan service tertentu sebagai target ACCEPT. Sebelum kita mulai, kita harus benar-benar tahu protokol dan nomor port yang digunakan pada service yang diberikan. Sebagai contoh sederhana, Bittorrent menggunakan tcp pada port 6881, jadi kita perlu untuk membolehkan semua paket tcp pada port 6881.

    iptables -A INPUT -p tcp --dport 6881 -j ACCEPT

    Ini adalah aturan sederhana untuk menerima semua paket tcp yang masuk ke komputer kita pada port 6881.

    Note : Untuk menggunakan penyesuaian destination atau source port (–dport atau –sport), kita harus terlebih dulu menetapkan protokol (tcp, udp, icmp atau all).

    Kita juga dapat memasukkan range port, misalnya memungkinkan semua paket tcp pada range 6881-6890

    iptables -A INPUT -p tcp --dport 6881:6890 -j ACCEPT

    Setelah kita mempelajari dasar2 diatas, untuk pengembangan lebih lanjut, kita dapat menggabungkannya, contoh :

    iptables -A INPUT -p tcp -s 192.168.0.0/24 --dport 22 -j ACCEPT

    Ini akan lebih mengamankan komputer kita.

    Selamat Mencoba.

    http://www.tirta-fajri.net

    Tutorial Iptables dasar 1


    Pendahuluan

    Linux memiliki firewall yang sangat kuat di dalamnya, biasanya disebut sebagai iptables, lebih tepatnya iptables / Netfilter. Iptables adalah modul userspace, dengan demikian kita dapat , berinteraksi dengannya pada commandline untuk memasukkan aturan firewall ke tabel standar. Netfilter adalah modul kernel, yang dibangun dalam kernel, yang benar-benar menyaring. Kita akan mempelajari iptables di command line.
    Sebelum kita dapat benar-benar bisa menguasai iptables, kita perlu memiliki setidaknya pemahaman dasar dari cara kerjanya. Iptables menggunakan konsep alamat ip, protokol (tcp, udp icmp) dan port. Kita tidak perlu menjadi ahli dalam hal ini untuk memulai, tetapi hal ini membantu untuk memiliki pemahaman umum.

    Iptables menempat aturan ke dalam tabel (INPUT, OUTPUT dan FORWARD) yang memeriksa lalu lintas jaringan (paket IP) yang relevan table dan membuat sebuah keputusan mengenai apa yang harus dilakukan pada setiap paket berdasarkan hasil dari aturan-aturan tersebut, yaitu menerima atau menjatuhkan paket. Tindakan-tindakan ini disebut sebagai target, ada dua kemungkinan yang akan ditetapkan DROP untuk menjatuhkan paket atau ACCEPT menerima paket.

    chain
    Ada 3 chain standar yang digunakan oleh iptables yang kita dapat menambahkan aturan untuk memproses paket IP melewati tabel, yaitu :
    INPUT – Semua paket yang ditujukan untuk host komputer.

    OUTPUT – Semua paket yang berasal dari host komputer.

    FORWARD – Semua paket yang bukan dari atau untuk komputer host, tetapi melalui komputer host. Tabel ini digunakan jika komputer sebagai router.
    Sebagian besar, kita akan berurusan dengan tabel INPUT untuk menyaring paket yang memasuki komputer kita.

    Aturan ditambahkan dalam daftar untuk setiap tabel. Sebuah paket diperiksa terhadap setiap aturan secara bergiliran, dimulai di bagian atas, dan jika sesuai dengan aturan itu, maka diambil tindakan seperti menerima (ACCEPT) atau jatuh (DROP) paket. Sekali aturan tersebut sesuai, dan tindakan diambil, maka paket akan diproses sesuai dengan hasil dan tidak diproses oleh aturan lebih lanjut dalam tabel. Jika sebuah paket lewat turun melalui semua aturan dalam tabel dan mencapai bagian bawah dicocokkan tanpa aturan apa pun, maka diambil tindakan standar untuk tabel itu. Hal ini disebut sebagai kebijakan default.

    Konsep kebijakan standar dalam tabel menimbulkan dua kemungkinan mendasar bahwa kita harus terlebih dahulu mempertimbangkannya sebelum kita memutuskan bagaimana kita akan mengatur firewall kita.
    1. Kita dapat menetapkan kebijakan default DROP semua paket dan kemudian tambahkan aturan untuk secara khusus membiarkan (ACCEPT) paket yang dipercaya mungkin dari alamat IP, atau untuk port tertentu pada layanan yang telah kita jalankan seperti bittorrent, server FTP, Web Server, Samba file server dll
    atau sebaliknya,

    2. Kita dapat menetapkan kebijakan default ACCEPT semua paket dan kemudian tambahkan aturan untuk secara khusus blok (DROP) paket yang mungkin dari alamat IP tertentu, atau untuk port tertentu di mana kita tidak menjalankan servicenya.
    Umumnya, pilihan 1 di atas adalah untuk tabel INPUT, digunakan untuk mengontrol apa yang diperbolehkan untuk mengakses komputer kita dan opsi 2 akan digunakan untuk tabel OUTPUT .

    Persiapan :

    Bekerja dengan iptables di command line membutuhkan hak istimewa root, jadi kita perlu menjadi untuk root untuk hal hal yang akan kita lakukan.

    Catatan : Sebelum mulai, kita perlu mereset iptables dan aturan-aturan firewall yang ada

    Sayangnya, berbagai distro Linux menggunakan berbagai comands untuk memulai, menghentikan dan menyimpan aturan-aturan firewall, sehingga kita mungkin perlu memeriksa dokumentasi untuk mengetahui cara untuk melakukan ini pada distro Linux kita. Coba ketik iptables –help di command line

    # iptables --help
    iptables v1.2.9
    Usage: iptables -[AD] chain rule-specification [options]
           iptables -[RI] chain rulenum rule-specification [options]
           iptables -D chain rulenum [options]
           iptables -[LFZ] [chain] [options]
           iptables -[NX] chain
           iptables -E old-chain-name new-chain-name
           iptables -P chain target [options]
           iptables -h (print this help information)

    Dan untuk melihat apakah iptables sudah benar benar berjalan di komputer kita, kita dapat menggunakan option –L, untuk meload running iptables

    # iptables -L
    Chain INPUT (policy DROP)
    target     prot opt source               destination
    ACCEPT     all  --  anywhere             anywhere
    ACCEPT     all  --  anywhere             anywhere            state RELATED,ESTABLISHED
    ACCEPT     all  --  barney               anywhere            MAC 00:50:8D:6D:EF:23
    DROP       all  --  wilma                anywhere
    ACCEPT     all  --  bart                 anywhere            MAC 00:50:8D:FD:D6:32
    ACCEPT     tcp  --  anywhere             anywhere            tcp dpt:ftp
    ACCEPT     tcp  --  ict                  anywhere            state NEW tcp dpt:ssh
    Chain FORWARD (policy DROP)
    target     prot opt source               destination
    Chain OUTPUT (policy ACCEPT)
    target     prot opt source               destination

    Jika iptables berjalan, kita akan melihat beberapa aturan umum seperti diatas, jika tidak, kita coba mengecek modul iptables dengan lsmod

    # lsmod |grep ip
    ipt_mac                 2113  2
    ipt_state               2113  2
    ip_conntrack           40949  1 ipt_state
    iptable_filter          3777  1
    ip_tables              16577  3 ipt_mac,ipt_state,iptable_filter

    Baik, kita asumsikan iptables berjalan baik, mari kita mulai dengan aturan yang sangat simple untuk mengeset firewall yaitu mengizinkan semua koneksi keluar tetapi memblok semua koneksi yang tidak diinginkan. Pada command line kta akan mengetikkan perintah berikut :

    iptables -F
    iptables -P INPUT DROP
    iptables -P FORWARD DROP
    iptables -P OUTPUT ACCEPT
    iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT
    iptables -A INPUT -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
    iptables -L -v

    yang akan memberikan output sebagai berikut :

    Chain INPUT (policy DROP 0 packets, 0 bytes)
     pkts bytes target     prot opt in     out     source               destination
        0     0 ACCEPT     all  --  lo     any     anywhere             anywhere
        0     0 ACCEPT     all  --  any    any     anywhere             anywhere            state RELATED,ESTABLISHED
    Chain FORWARD (policy DROP 0 packets, 0 bytes)
     pkts bytes target     prot opt in     out     source               destination
    Chain OUTPUT (policy ACCEPT 0 packets, 0 bytes)
     pkts bytes target     prot opt in     out     source               destination

    Kita sekarang memiliki firewall yang memungkinkan semua koneksi keluar tapi memblokir semua koneksi masuk yang tidak diinginkan dan juga semua paket forwarder. Baik kita akan melihat setiap perintah diatas.

    1. (iptables –F), Pertama tama kita menggunakan –F (flush), tujuannya untuk membersihkan semua aturan yang ada.
    2. (iptables –P INPUT DROP). Option –P ini menetapkan kebijakan default, disini kita menerapkan kebijakan default untuk tabel input adalah DROP, yang maksudnya bahwa jika sebuah paket masuk tidak sesuai dengna salah satu dari aturan-aturan berikutnya akan dihapus.
    3. (iptables –P FORWARD DROP), Demikian pula, default untuk tabel FORWARD adalah DROP, karena kita tidak memfungsikan komputer kita sebagai router.
    4. (iptables –P OUTPUT ACCEPT), Terakhir untuk kebijakan default yaitu pada tabel OUTPUT yaitu ACCEPT, yaitu membolehkan semua lalu lintas keluar.
    5. (iptables –A INPUT –i lo –j ACCEPT), sekarang kita menambah beberapa aturan lain. Kita menggunakan –A untuk menambah sebuah aturan ke chain tertentu, INPUT pada contoh ini, kemudian kita menggunakan –i untuk interface, -j (jump), yaitu tindakan yang akan diambil. Jadi aturan ini akan mengizinkan semua paket masuk localhost. Ini umumbnya diperlukan oleh berbagai software aplikasi untuk bisa berkomunikasi dengan adaptor localhost.
    6. (iptables –A INPUT –m state –state ESTABLISHED,RELATED –j ACCEPT), Ini adalah aturan yang melakukan sebagian besat pekerjaan, dan sekali lagi kita menambahkan (-A) ke chain INPUT. Disini kita menggunakan opsi –m untuk meload sebuah modul (state). Modul stat mampu memeriksa keadaan dari sbuah paket dan menentukan apakah NEW, ESTABLISHE atau RELATED, NEW mengacu kepada paket-paket baru yang masuk koneksi yang tidak diprakarsai oleh host. ESTABLISHED dan RELATED mengacu kepada paket paket masuk yang merupakan bagikan dari koneksi yang telah mapan atau terkait dengan koneksi tersebut.
    7. (iptables –L –v), Terakhir, kita bisa daptarkan aturan aturan yang baru saja kita tambahkan, dan menampilkannya untuk memeriksa apakan sudah terisi dengan benar.

    Hal terkahir yang perlu kita lakukan adalah menyimpan aturan tersebut, sehingga saat kita reboot, secara otomatis aturan tadi akan terload. Sayangnya, perintah untuk melakukan ini, biasanya berbeda untuk distro yang berbeda.

    Pada Redhat/Fedora lakukan :

    /sbin/service iptables save

    Namun, cara termudah bekerja dengan iptables ada memasukkan script nya kedalam sebuah file dan membuatnya menjadi file executable, misalkan kita beri nama firewallku.

    #!/bin/bash
    # file konfigurasi iptables
    # ChoenKill
    # Flush semua aturan dari iptables
     iptables -F
    # Set default untuk chain INPUT, FORWARD dan OUTPUT
     iptables -P INPUT DROP
     iptables -P FORWARD DROP
     iptables -P OUTPUT ACCEPT
    # Set access untuk localhost
     iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT
    # Accept packets established dan related connections
     iptables -A INPUT -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
    # Save settings dengan /sbin/service iptables save
    # List iptables chains with 'iptables -L -v'
    /sbin/service iptables save
    iptables -L –v

    Manajemen Bandwith di Squid Menggunakan Delay Pools


    Dokumen ini hanya menjelaskan bagaimana cara mengkonfigurasikan proxy server anda untuk membatasi bandwidth download atau incoming traffic.

    A. Konfigurasi Manajemen Bandwidth di Squid

    Berikut langkah-langkah pengkonfigurasian manajemen bandwidth di squid:

    1. Pertama-tama periksa apakah squid telah berjalan di server dan telah dikonfiguraisi sebagai mesin proxy server.
    2. Sebelum memulai memanajemen bandwidth di squid, kita jelaskan dulu komponen-komponen manajement bandwidth di squid

    delay_pools

    Opsi ini untuk menspesifikasi berapa jumlah pool yang digunakan untuk membatasi jumlah bandwidth dari ACL. Opsi ini akan dirangkaikan bersama opsi delay_class dan delay_parameters yang akan dibahas di bawah ini.

    delay_class

    Opsi ini menspesifikasikan kelompok dari masing-masing pool yang telah didefinisikan pada opsi delay-pools. Ada tiga class yang didukung Squid, antara lain:

    • class 1: Semua akses dibatasi dengan single bucket, artinya hanya bisa mendefinisikan overall bandwidth untuk suatu ACL saja, tidak bisa mendefinisikan bandwidth dengan lebih mendetail
    • class 2: Semua akses dibatasi dengan single agregate dengan dua parameter bandwidth. Parameter pertama mendefinisikan berapa bandwidth maksimal yang didapatkan ACL, parameter kedua mendefinisikan berapa bandwidth overall untuk ACL yang spesifik yang ada pada network tersebut.
    • class 3: Kelompok yang definisi bandwidth-nya paling mendetail. Parameter pertama mendefinisikan berapa bandwidth maksimal yang didapatkan ACL, parameter kedua mendefinisikan berapa bandwidth normal yang didapatkan ACL secara umum, dan parameter yang ketiga adalah mendefinisikan bandwidth yang didapatkan ACL jika mengakses ACL-ACL tertentu yang spesifik, misalnya file mp3.

    delay_parameters

    Opsi ini menspesifikasikan rumus bandwidth yang akan didapatkan oleh ACL yang akan memasuki delay_pool. Misalnya ada entry berikut ini pada delay_parameters:

    delay_parameters 1 -1/-1 2100/4000

    Angka 1 berarti rumus ini berlaku untuk pool 1. Angka -1/-1 berarti bandwidth maksimal yang diberikan Squid adalah tidak terbatas untuk pool ini.

    Angka 2100/4000 berarti bandwidth yang didapatkan oleh ACL setelah masuk ke pool ini. Angka ini berada dalam kelipatan 8 b, sehingga untuk mendapatkan nilai bandwidth yang sebenarnya harus dikalikan delapan. Angka 2100 adalah bandwidth yang didapatkan ACL pada masa-masa normal. Jika dikalikan 8, maka bandwidth normal yang akan didapatkan ACL sekitar 18 Kbps. Angka 4000 adalah bandwidth maksimal yang didapatkan ACL pada masa-masa jalur sedang kosong. Jika dikalikan 8, maka bandwidth yang didapatkan sekitar 32 Kbps.

    delay_access

    Opsi ini mendefinisikan siapa-siapa ACL yang akan dimasukkan ke pool tertentu untuk mendapatkan “perlambatan” bandwidth. Bentuk umumnya adalah seperti ini:

    delay_access 1 allow labprog

    Opsi di atas berarti kita memasukkan ACL labprog ke dalam pool 1.

    1. Jika sudah mengerti komponen-komponen delay pool, kita mulai konfigurasi delay pool .

    B. Contoh Kasus

    Di umpamakan kita mempunyai bandwidth dari ISP sebesar 512kb, dan kita membuat rule seperti berikut ini:

    - Maksimum download dibatasi 2 MB

    - Batas kecepatan koneksi overall adalah 256 Kbps. per-network adalah 64 kbps. Sedangkan per-user/host dibatasi 2 Kbps jika digunakan untuk download file bertipe exe, mp3, vqf, tar.gz, gz, rpm, zip, rar, avi, mpeg, mpe, mpg, qt, ram, rm, iso, raw, dan wav. Jika tidak, maka koneksi perhost HANYA mengikuti aturan per-Network saja.

    Penyelesaian:

    Edit file /etc/squid/squid.conf

    #vi /etc/squid/squid.conf

    Lalu tambahkan contoh konfigurasi ini:

    # Maksimum download dibatasi 2 MB

    # Sebelum kita melakukan pembatasan, kita perlu mendefinisikan ACL network # # yang kita perlukan terlebih dahulu. ACL yang didefinisikan pada host bridge

    # seperti di bawah ini:

    acl lokal src 192.168.1.0/24

    # Kemudian kita membatasi maksimum download dengan tag di bawah ini:

    # Batas kecepatan koneksi overall adalah 256 Kbps. per-network adalah

    # 64 kbps. Sedangkan per-user/host dibatasi 2 Kbps jika digunakan untuk

    # download file bertipe exe, mp3, vqf, tar.gz, gz, rpm, zip, rar, avi,

    # mpeg, mpe, mpg, qt, ram, rm, iso, raw, dan wav. Jika tidak, maka

    # koneksi perhost HANYA mengikuti aturan per-Network saja.

    acl filegede url_regex -i \.exe

    acl filegede url_regex -i \.mp3

    acl filegede url_regex -i \.vqf

    acl filegede url_regex -i \.gz

    acl filegede url_regex -i \.rpm

    acl filegede url_regex -i \.zip

    acl filegede url_regex -i \.rar

    acl filegede url_regex -i \.avi

    acl filegede url_regex -i \.mpeg

    acl filegede url_regex -i \.mpe

    acl filegede url_regex -i \.mpg

    acl filegede url_regex -i \.qt

    acl filegede url_regex -i \.ram

    acl filegede url_regex -i \.rm

    acl filegede url_regex -i \.iso

    acl filegede url_regex -i \.raw

    acl filegede url_regex -i \.wav

    # Kita buat dulu ACL untuk mendefinisikan file-file di atas dengan menggunakan # regularexpression. Kemudian kita mendefinisikan 2 delay pool untuk

    # menampung bandwidth.

    # Satu pool masuk dalam kategori class 2 untuk mendefinisikan aturan overall

    # 256 Kbps dan per-network 64 Kbps. Satu pool lainnya masuk kategori class 3

    # untuk mendefinisikan aturan tambahan jika user mendownload file-file yang

    #didefinisikan dalam ACL url_regex dengan bandwidth maksimal 2 Kbps.

    delay_pools 2

    delay_class 1 3

    delay_parameters 1 32000/32000 8000/8000 250/250

    delay_access 1 allow lokal filegede

    delay_access 1 deny all

    delay_class 2 2

    delay_parameters 2 32000/32000 8000/8000

    delay_access 2 allow lokal

    delay_access 2 deny all

    Jika sudah selesai, simpan hasil konfigurasi dan restart squid

    #/etc/init.d/squid restart

    Bagaimana terhubung dengan SEA EduNet ?


    Anda ingin memperoleh materi Buku Sekolah Elektronik (BSE) namun tidak memiliki koneksi internet ? Hendak mendownload materi tersebut tapi koneksi amat lambat ?
    Anda ingin memperoleh video-video pembelajaran terbaru tapi jauh dari perkotaan dan tidak tersedia jaringan apapun ?

    Anda ingin mengikuti training online secara jarak jauh yang dilaksanakan oleh SEAMOLEC ?

    Anda ingin mengikuti pembelajaran atau kuliah jarak jauh yang disampaikan oleh guru/dosen terbaik secara real time ?

    Solusinya adalah dengan terhubung dengan SEA EduNet.

    Dan itu semua dapat diperoleh TANPA BIAYA BULANAN/Berlangganan, cukup dengan menyiapkan perangkat-perangkat yang sederhana dan mudah di dapat dan yang paling penting tidak membutuhkan koneksi internet apapun.

    Pada tulisan sebelumnya, sudah saya paparkan secara mendalam mengenai pengertian dan manfaat dari SEA EduNet. Pada tulisan ini akan saya paparkan peralatan yang dibutuhkan agar dapat terhubung dan menikmati layanan-layanan dari SEA EduNet.
    Secara umum, ada 4 perangkat utama yang dibutuhkan agar dapat terhubung ke SEA EduNet, perangkat tersebut adalah:

    1. Antena Parabola
    2. Modem Satelit DVB-S Digi.Box
    3. Pesawat Televisi
    4. PC Server
    5. Antena Parabola

    Parabola yang digunakan untuk sistem ini menggunakan antena parabola standar yang sering digunakan di perumahan. Berukuran 6 feet minimal, solid dan dilengkapi dengan LNB dan kabel coaxial.

    Setelah memiliki antena parabola, pastikan antena tersebut telah terpointing ke Satelit Telkom 1 dan bisa menerima siaran TV Edukasi maupun Trans TV. Apabila sudah berhasil menerima siaran tersebut, maka koneksi ke layanan SEA EduNet akan jauh lebih mudah.

    Modem Satelit

    Modem satelit yang digunakan untuk terhubung dengan SEA EduNet adalah DVB-S merk Digi.Box. Merk ini sudah didesain khusus agar berfungsi dengan frekwensi dan symbol rate khusus untuk SEA EduNet.

    Modem ini juga sudah melalui pengecekan kualitas (Quality Control) dari tim teknis SEAMOLEC termasuk pengecekan penerimaan data. Modem ini dapat diperoleh langsung di SEAMOLEC atau di Pendamping SEAMOLEC di masing-masing propinsi. Daftar pendamping bisa dilihat pada akhir postingan ini.

    Harga resmi perangkat adalah US$ 275 (Dua Ratus Tujuh Puluh Lima Dollar Amerika) yang kalau di kurs menggunakan Rate US$ 1 = Rp. 10.000 sebesar Rp. 2,75 Juta (Dua Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Harga ini sudah termasuk PPn 10% dan belum termasuk biaya pengiriman ke lokasi.
    PC Server

    Satu hal yang membedakan sistem ini dibandingkan sistem TV Satelit biasa adalah kemampuan untuk menerima data. Oleh sebab itu, dibutuhkan server yang berfungsi sebagai File Server dan Web Server untuk menampung data yang dikirimkan oleh SEAMOLEC.

    Untuk sistem ini, tidak dibutuhkan komputer server yang Middle End ataupun yang High End. Komputer personal (PC) yang standar juga sudah mencukupi, asalkan memiliki spesifikasi minimal:

    1. Processor minimal setara dengan Intel Pentium 4
    2. Memori minimal 512 Kb
    3. Hard Disk Drive minimal 250 Gb (lebih besar lebih baik, karena akan menjadi File Server)
    4. Ethernet card minimal 10/100 (minimal 2 unit, kalau bisa 3 unit)

    PC Server ini tidak perlu diinstall apapun, karena sistem operasi dan aplikasi akan disiapkan oleh tim pendamping SEAMOLEC. OS yang digunakan adalah Linux.

    Tim Pendamping SEAMOLEC

    Salah satu perbedaan sistem ini dibanding sistem lain adalah prosedur instalasi. Perangkat SEA EduNet memiliki kekhasan tersendiri. Pengaturan Modem Satelit yang berbeda dibanding modem lainnya, serta keharusan penyediaan PC Server yang akan digunakan menerima data membutuhkan tenaga-tenaga khusus yang akan menangani hal tersebut.

    Dengan pertimbangan ini, dan juga untuk memberikan kemudahan terhadap pelayanan di seluruh Indonesia, maka dibentuklah Tim Pendamping SEAMOLEC di seluruh propinsi, dan direncanakan akan dibentuk hingga ke tingkat Kabupaten/Kota.

    Sekolah maupun institusi lainnya yang berminat dengan layanan SEAMOLEC dapat menghubungi tim ini secara langsung. Dan karena domisili mereka berada di propinsi maupun kabupaten/kota, diharapkan akan mempermudah penanganan permasalahan yang terjadi di lapangan.

    Daftar Tim Pendamping SEAMOLEC di seluruh Indonesia adalah:

    1 NAD Hizir Sofyan hizir@hizir.net
    2 Sumatera Utara Zulkifli Akbar zoelranto@yahoo.com
    3 Sumatera Barat Dafwen Toresa dafwen1@yahoo.co.id
    4 Sumatera Selatan Edward Ujang bang_eddoo@yahoo.com
    5 Jambi Fadly Eka Yandra fadli_e_y@yahoo.com
    6 Lampung Wajiran galih_wajiran@yahoo.com Saiful Hidayat saifulkonsultan@yahoo.co.id
    7 Bengkulu Beni Rasdiwansyah benirasdiwansyah@yahoo.com
    8 Riau Jeffri Hunter alziqra@yahoo.com
    9 Kepulauan Riau Said Haikal saidsmkn3@yahoo.co.id
    10 Bangka Belitung Decky Sunarto dicky_dirgantara_samudra@yahoo.com
    11 Jawa Barat Purwanto pur2001id@yahoo.co.id Karnojoyo Nono Wardono nmardono@yahoo.com Slamet Maryono cre_met@yahoo.com Ade Hendraputra adehendraputra@gmail.com Syamsiatin Fitriyah
    12 Banten Bambang Dwi Cahyono bambangdc_ms@yahoo.com
    13 Jawa Tengah Muh. Kasmadi muhkasmadi@yahoo.com Adnan Purwanto mc_pwt@yahoo.com Mabekni Yulianto
    mabni_yulianto@yahoo.com.sg Mampuono mampumedia@yahoo.com Kardiyono ardiyono_smkn1btg@yahoo.com Nikmah Nurbaity baity1986@yahoo.com Wahyuddin wahcilik@yahoo.com
    14 DIY Agus Sugiharto agussgh@yahoo.com Sugeng Andono sugeng_andono@yahoo.com Rohmadi Hidayat rohmadi_hdy@yahoo.com
    15 Jawa Timur Anastasia Moertodjo anazmoer@yahoo.com Djoko Suwito djokopurwosari@yahoo.com Muhammad Andik Izzuddin andik32@gmail.com Mochammad Djunaidi Fajar diekfajar@gmail.com Vicktor Lukas
    victor_saint@yahoo.com Slamet Siswanto Utomo siswanto1970@yahoo.com Dwi Susanto tanto_oee@yahoo.com
    Muslikah
    16 Bali I Gde Sukiawan sukiawan@yahoo.com I Nengah Suwarbawa suwarbawa_ngh@yahoo.com
    17 NTB Munawar munawar_id@yahoo.com Olan sangilalang@gmail.com
    18 NTT Willem Agustinus Kana willemkana2007@yahoo.co.id
    19 Kalimantan Barat Karyono cakkaryo@yahoo.com
    20 Kalimantan Tengah Mirue mirukoe@yahoo.co.id
    21 Kalimantan Selatan Ripai Sutanto ripai68@yahoo.com
    22 Kalimantan Timur Muslimin musculi@gmail.com
    23 Sulawesi Utara Santri Jaya Malah santrijaya@yahoo.com
    24 Sulawesi Barat Idham Sirunna idham_plp@yahoo.com
    25 Sulawesi Tengah Badaruddin badar_br2001@yahoo.com
    26 Sulawesi Selatan Ardiansyah adigugun2000@yahoo.com Muhammad Resha m_resha@yahoo.com
    27 Sulawesi Tenggara Saharuddin sarcom007@gmail.com
    28 Gorontalo Agus Husna agushusna@ymail.com
    29 Maluku Slamet Riyadi jenggot_smk2amq1@yahoo.co.id
    30 Maluku Utara Arifin Kude arifku2@yahoo.com
    31 Papua Aries Dewobroto ariessentani@yahoo.com Tamam tamam_papua@yahoo.com
    32 Papua Barat Meidi Mokoagouw ict_mkw08@yahoo.com
    Khusus untuk DKI Jakarta, ditangani langsung oleh tim IT SEAMOLEC.

    Demikian informasi umum mengenai SEA EduNet. Untuk informasi lebih detail silakan menghubungi Pendamping SEAMOLEC yang sudah ada di masing-masing propinsi. [Khalid Mustafa]

    sumber http://www.alziqra.net

    Rabu, 23 Desember 2009

    Tips Mencari Data Di Google


    Siapa yang belum mengenal Google ? Wah sudah keterlaluan tuh yang belum mengenal nama ini. Sebenarnya ada apa dibalik nama google? Rasanya sudah tidak bisa diragukan lagi, bahwa google sebagai sebuah mesin pencari (search engine) memang memiliki kehandalan tersendiri dibanding para kompetitornya. Banyak sekali rahasia-rahasia tersembunyi dibalik halaman sederhana mesin pencari google. Mungkin fitur yang paling banyak digunakan oleh orang adalah memanfaatkan fasilitas Search Engine-nya.

    Seberapa bisakah kita memanfaatkan google untuk mencari data ? Silahkan anda menilai diri sendiri . Secara umum, jenis pencarian di Google terbagi dua mode : Basic Search dan Advanced Search. Basic Search merupakan fasilitas fitur pencarian yang sudah biasa kita gunakan. Untuk Advanced Search merupakan fasilitas pencarian yang lebih mendalam lagi.


    Untuk mempermudah mempelajarinya, saya akan mengelompokkan fitur ini menjadi dua. Bila nantinya masih terdapat kekurangan, bisa kirim komentar untuk menyempurnakan artikel ini :

    FITUR PENCARIAN DASAR

    Menggunakan operator AND : Mencari informasi yang mengandung kedua atau lebih kata-kata yang dicari. Cara penulisan yang bisa dilakukan adalah seperti dibawah ini dan memiliki arti yang sama.
    tutorial linux
    tutorial AND linux
    tutorial+linux


    Menggunakan operator OR : Mencari informasi yang mengandung salah satu dari kedua kata. Bisa menggunakan salah satu dari dua contoh berikut :
    windows OR linux
    windows | linux


    Menggunakan FRASE : Digunakan untuk mencari informasi yang mengandung frase dari sebuah kata/kalimat. Untuk menggunakannya cukup menambahkan tanda “ ” diantara teks. Contoh:
    “perangkat keras”


    Menggunakan Operator NOT : Digunakan untuk mencari informasi tanpa menggunakan kata tertentu. Jadi hasil pencarian yang akan diproses adalah kata yang di depan, buka dibelakang minus (-). Contoh penggunaan, kita akan mencari informasi yang mengandung kata install windows tapi bukan XP.
    install windows –XP


    SYNONYM (~): Mencari kata beserta sinonim-sinonimnya atau kata yang searti. Contoh di bawah akan membawa hasil pencarian : komputer dan sinonim-sinonimnya.
    ~komputer




    ASTERIK (*): Simbol (*) digunakan untuk mencari semua kata. Dari contoh di bawah, hasil yang didapat bisa: Instalasi SQL Server, Instalasi Proxy Server, Instalasi VMware Server, dll :
    Instalasi * Server


    TANDA TITIK (.): Tanda dot (.) digunakan untuk mencari karakter pengganti huruf, angka dan karakter tunggal ataupun non tunggal. Kalo dilihat contoh di bawah, hasil yang didapat bisa dari pencarian .tube : youtube, bee-tube, dll
    .tube

    CASE INSENSITIVE : Pencarian di Google tidak mengenal huruf kapital dan non kapital, jadi Google menganggap semua cara penulisan dengan kata yang sama akan menghasilkan yang sama pula. Sebagai contoh, pc guru, Pc Guru, PC Guru, PC GURU, pC gURU, Pc GuRu, dll akan membawa hasil pencarian yang sama.

    PENGABAIAN KATA: Google mengabaikan keyword berupa karakter tunggal dan kata-kata berikut: a, about, an, and, are, as, at, b, by, from, how, i , in, is, it, of, on, or, that, the, this, to, we, what, when, where, which, with. Apabila kita masih tetap menginginkan pencarian dengan menggunakan kata tersebut, silahkan tambah karakter + atau “ “.

    I’M FEELING LUCKY / SAYA LAGI BERUNTUNG : Fitur ini akan membawa kita langsung menuju ke hasil pencarian pertama dari query yang dituju.

    FITUR PENCARIAN LANJUT

    DEFINE: Mencari definisi dari sebuah kata atau terminologi. Jika kita coba menggunakan fitur tersebut, misalnya mencari definisi dari blogger, hasilnya nanti akan menampilkan definisi blogger dari berbagai sumber.
    define:blogger

    CACHE: Google mengambil snapshot dari tiap halaman yang diuji ketika menjaring web dan menyimpannya sebagai cadangan jika halaman aslinya tidak tersedia. Jadi andapun akan mengetahui kapan halaman anda terindex oleh mesin google. Contoh di bawah akan menghasilkan pencarian kata linux pada situs pcguru.okihelfiska.net yang ada di indeks Google.
    cache:pcguru.okihelfiska.net linux

    LINK: Berguna untuk menampilkan daftar link yang mengarah ke sebuah situs tertentu. Contoh di bawah akan menampilkan daftar link yang mengarah ke situs pcguru.okihelfiska.net
    link:pcguru.okihelfiska.net

    RELATED: Menampilkan daftar situs yang serupa, mirip atau memiliki hubungan dengan suatu situs
    related:pcguru.okihelfiska.net

    INFO: Menampilkan informasi yang Google ketahui tentang sebuah situs
    info:pcguru.okihelfiska.net

    SITE: Menampilkan pencarian khusus di suatu situs yang ditunjuk alamatnya. Misalnya kita akan mencari kata linux di situs pcguru.okihelfiska.net
    linux site:pcguru.okihelfiska.net

    FILETYPE: Menampilkan hasil pencarian untuk suatu jenis (ekstensi) file tertentu. Jenis file yang bisa dicari adalah: doc, xls, rtf, swf, ps, lwp, wri, ppt, pdf, mdb, txt, dll. Contoh di bawah akan menampilkan hasil pencarian berupa file PDF yang mengandung keyword modul internet
    modul internet filetype:pdf

    ALLINTITLE: Menampilkan seluruh kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan menghasilkan halaman yang memiliki title tutorial photoshop. allintitle ini tidak dapat digabungkan dengan operator (sintaks) lain. Gunakan intitle untuk keperluan itu.
    allintitle:tutorial photoshop

    INTITLE: Menampilkan satu kata yang dicari dalam TITLE halaman. Contoh di bawah akan menghasilkan halaman yang memiliki title tutorial dan isi halaman yang mengandung kata photoshop
    intitle:tutorial photoshop

    ALLINURL: Menampilkan seluruh kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasilkan daftar URL yang mengandung kata tutorial dan photoshop. allinurl ini tidak dapat digabungkan dengan operator (sintaks) lain. Gunakan inurl untuk keperluan itu.
    allinurl:tutorial photoshop

    INURL: Menampilkan satu kata yang dicari di dalam URL. Contoh di bawah akan menghasilkan daftar URL yang mengandung kata web dan isi halaman yang mengandung kata programming
    inurl:web programming

    Untuk memaksimalkan hasil pencarian, anda dapat menggabungkan semua fitur pencarian yang ada pada google, kecuali beberapa fitur yang tidak bisa digabungkan dengan fitur lain.

    Sebagai contoh penulisan :

    filetype:doc site:www.ri.go.id –peraturan

    Artinya kita melakukan pencarian file dengan type .doc pada situs www.ri.go.id tanpa mengikutkan kata peraturan.

    Referensi :

    romisatriawahono.net
    google.com
    pcguru.okihelfiska.net

    Selasa, 01 Desember 2009

    CARA MEMBUAT HOTSPOT DENGAN MIKROTIK


    Peralatan apa saja yg dibutuhkan dalam membangun Rumah Hotspot :1. Koneksi Interenet Unlimited, kalau limited sih bisa, tp kalau pemakaian dibatasi malah bisa2 kita tidak bisa tenang dalam berinternet karena harus memikirkan kuota yg ada ( bisa speedy office unlimited, ISP local menggunakan jaringan wireless, GPRS/3G)2. Akses Point ( bisa menggukan USB wifi adapter, merk TP LINK WN322G adalah paling murah setau saya karena bisa dijadikan usb wifi penerima sinyal dan akses point mode, seharga 250rban…Bisa juga pake Radio Akses Point + router kalau bisa..merknya, mulai edimax, minitar, linksys dll tergantung budget anda )3. Komputer Server minim P2 ( khusus untuk koneksi dari ISP local yg bersistem dial vpn karena koneksi harus dipanggil dari computer tidak bisa langsng ke akses point router…jadi kalau koneksi rumah hotpsot 24jam computer juga harus nyala 24jam, beda kalau pake koneksi ADSL karena dari modem adsl bisa langsung ke akses point tanpa ada computer yg menyala..)4. Laptop ( ini wajib hukumnya untuk melihat apakah hotspot yg kita buat berhasil apa tidak )
    1. Setup Hotspot Mikrotik
    Paling mudah menurut saya bisa menggunakan Mikrotik, ada fasilitas IP –Hotspot. Hotspot disini tidak harus berupa WiFi, tetapi jaringnan kebel-pun bisa anda setup jadi seperti Hotspot. Setiap pengguna yang ingin login harus memasukan user/password ketika pertama kali browsing. Misal seperti tampil digambar berikut, misal pertama kali user yang akan mengakses situs tertentu akan di redirect ke halaman login.

    Tampilan Login saat Browsing
    Langkah mudah setup Hotspot Mikrotik :1. Pertama masuk ek router dengan WINBOXMisal kita mempunyai 2 Interface :Up yang ke InternetLAN yang ke LAN (akan disetup jadi Hotspot)
    2. Winbox : Pilih Menu IP -> Hotspot3. Hotspot : Pilih tab Server ->Hotspot Setup4. Selanjutnya Ikuti Langkah berikut :
    Step By Step :
    Pilih ethernet
    Seting IP
    Seting DHCP IP pool (batasan IP untuk DHCP)
    Sertifikat (none saja)
    SMTP Biarkan 0.0.0.0 saja
    DNS sesuaikan dengan DNS anda, atau tanyakan ISP anda
    DNS name untuk Hotspot Anda, bisa juga anda Kosongi -> OK
    Untuk IP, DNS silahkan sesuaikan dengan paramater IP yang ada di tempat anda.
    2. Menambah User baruMenambah User baru seraca mudah bisa dilakukan dengan caraPilih : IP -> Hospot -> User -> +Tulis Nama User dan Password
    3. Lebih jauh, Menambah User dengan Profil BerbedaDalam Mikrotik hospot memberikan kemudahan kita untuk men-setup user dengan profil yang berbeda, misalnya ada 2 profil user VIP dan Biasa. Dimana VIP bisa memperoleh kecepatan akses yang lebih dari user bisa, meskipun sama-sama menggunakan fasilitas Hotspot. Dalam captur gambar saya membuat beberapa profil berbeda misalnya : Mahasiswa, Karyawan, Dosen, Pejabat dan Tamu. Nama dan setingan dari profil bisa anda tentukan sendiri. Akan saya coba tunjukan caranya, mensetup salah satu profil.
    a. Setup profil dilakukan dengan cara :Winbox : IP -> Hotspot -> User Profil ->HotspotUser Profil : General -> Nama Profil (misal : Mahasiswa) -> Rate Limit (tx/rx) -> OK

    Buat User profil mikrotik hotspot
    Pada “Rate Limit” bisa anda isikan misal dengan beberapa cara (nilai bisa anda sesuaikan sesuai kebijakan IT ditempat anda ), misal :1. 128 k : Upload dan download 128 kbps2. 256k/128k : Uplaod 256kbps dan download 128 kbps3. x1k/y1k x2k/y2k x3k/y3k x5/y5 P x6k/y6k -> Cara yang paling bagus Menurut saya.
    x1k/y1k : Rate (TX rate/ RX rate misal : 128k/1024k)x2k/y2k : Burst Rate (misal : 256k/2048k)x3k/y3k : Burst Threshold (misal : 160k/1280k)x5/y5 : Burst Time (dalam detik misal : 60/60)P : Prioritas (nilai 1-8), 1 adalah prioritas utamax6k/y6k : Minimum rate: (i.e 32k/256k)
    Untuk Cara yang ketiga bisa dilihat efeknya akan seperti gambar berikut :

    Burst time dan Limit di Mikrotik
    b. Penambahan User baruWINBOX : IP -> User ->Hotspot User
    Name : Isikan nama userPassword : Password UserProfile : Pilih profile dari user yang akan dibuatOK dan Lihat hasilnya di List user yang ada.4. Modifikasi Halaman LoginYang bisa anda lakukan untuk merubah tampilan Login adalah dengan memodifikasi file. Ambil file menggunakan FTP ke Mikrotik anda. Salah satu file yang bisa dimodifikasi adalah login.html sebelumnya saya sarankan untuk membackup dulu file tersebut sebelum melakukan perubahan. Setelah selesai anda bisa mengupload lagi dan mengecek, apakah sudah bekerja dengan benar atau belum.

    Peralatan apa saja yg dibutuhkan dalam membangun Rumah Hotspot :1. Koneksi Interenet Unlimited, kalau limited sih bisa, tp kalau pemakaian dibatasi malah bisa2 kita tidak bisa tenang dalam berinternet karena harus memikirkan kuota yg ada ( bisa speedy office unlimited, ISP local menggunakan jaringan wireless, GPRS/3G)2. Akses Point ( bisa menggukan USB wifi adapter, merk TP LINK WN322G adalah paling murah setau saya karena bisa dijadikan usb wifi penerima sinyal dan akses point mode, seharga 250rban…Bisa juga pake Radio Akses Point + router kalau bisa..merknya, mulai edimax, minitar, linksys dll tergantung budget anda )3. Komputer Server minim P2 ( khusus untuk koneksi dari ISP local yg bersistem dial vpn karena koneksi harus dipanggil dari computer tidak bisa langsng ke akses point router…jadi kalau koneksi rumah hotpsot 24jam computer juga harus nyala 24jam, beda kalau pake koneksi ADSL karena dari modem adsl bisa langsung ke akses point tanpa ada computer yg menyala..)4. Laptop ( ini wajib hukumnya untuk melihat apakah hotspot yg kita buat berhasil apa tidak )
    1. Setup Hotspot Mikrotik
    Paling mudah menurut saya bisa menggunakan Mikrotik, ada fasilitas IP –Hotspot. Hotspot disini tidak harus berupa WiFi, tetapi jaringnan kebel-pun bisa anda setup jadi seperti Hotspot. Setiap pengguna yang ingin login harus memasukan user/password ketika pertama kali browsing. Misal seperti tampil digambar berikut, misal pertama kali user yang akan mengakses situs tertentu akan di redirect ke halaman login.

    Tampilan Login saat Browsing
    Langkah mudah setup Hotspot Mikrotik :1. Pertama masuk ek router dengan WINBOXMisal kita mempunyai 2 Interface :Up yang ke InternetLAN yang ke LAN (akan disetup jadi Hotspot)
    2. Winbox : Pilih Menu IP -> Hotspot3. Hotspot : Pilih tab Server ->Hotspot Setup4. Selanjutnya Ikuti Langkah berikut :
    Step By Step :
    Pilih ethernet
    Seting IP
    Seting DHCP IP pool (batasan IP untuk DHCP)
    Sertifikat (none saja)
    SMTP Biarkan 0.0.0.0 saja
    DNS sesuaikan dengan DNS anda, atau tanyakan ISP anda
    DNS name untuk Hotspot Anda, bisa juga anda Kosongi -> OK
    Untuk IP, DNS silahkan sesuaikan dengan paramater IP yang ada di tempat anda.
    2. Menambah User baruMenambah User baru seraca mudah bisa dilakukan dengan caraPilih : IP -> Hospot -> User -> +Tulis Nama User dan Password
    3. Lebih jauh, Menambah User dengan Profil BerbedaDalam Mikrotik hospot memberikan kemudahan kita untuk men-setup user dengan profil yang berbeda, misalnya ada 2 profil user VIP dan Biasa. Dimana VIP bisa memperoleh kecepatan akses yang lebih dari user bisa, meskipun sama-sama menggunakan fasilitas Hotspot. Dalam captur gambar saya membuat beberapa profil berbeda misalnya : Mahasiswa, Karyawan, Dosen, Pejabat dan Tamu. Nama dan setingan dari profil bisa anda tentukan sendiri. Akan saya coba tunjukan caranya, mensetup salah satu profil.
    a. Setup profil dilakukan dengan cara :Winbox : IP -> Hotspot -> User Profil ->HotspotUser Profil : General -> Nama Profil (misal : Mahasiswa) -> Rate Limit (tx/rx) -> OK

    Buat User profil mikrotik hotspot
    Pada “Rate Limit” bisa anda isikan misal dengan beberapa cara (nilai bisa anda sesuaikan sesuai kebijakan IT ditempat anda ), misal :1. 128 k : Upload dan download 128 kbps2. 256k/128k : Uplaod 256kbps dan download 128 kbps3. x1k/y1k x2k/y2k x3k/y3k x5/y5 P x6k/y6k -> Cara yang paling bagus Menurut saya.
    x1k/y1k : Rate (TX rate/ RX rate misal : 128k/1024k)x2k/y2k : Burst Rate (misal : 256k/2048k)x3k/y3k : Burst Threshold (misal : 160k/1280k)x5/y5 : Burst Time (dalam detik misal : 60/60)P : Prioritas (nilai 1-8), 1 adalah prioritas utamax6k/y6k : Minimum rate: (i.e 32k/256k)
    Untuk Cara yang ketiga bisa dilihat efeknya akan seperti gambar berikut :

    Burst time dan Limit di Mikrotik
    b. Penambahan User baruWINBOX : IP -> User ->Hotspot User
    Name : Isikan nama userPassword : Password UserProfile : Pilih profile dari user yang akan dibuatOK dan Lihat hasilnya di List user yang ada.4. Modifikasi Halaman LoginYang bisa anda lakukan untuk merubah tampilan Login adalah dengan memodifikasi file. Ambil file menggunakan FTP ke Mikrotik anda. Salah satu file yang bisa dimodifikasi adalah login.html sebelumnya saya sarankan untuk membackup dulu file tersebut sebelum melakukan perubahan. Setelah selesai anda bisa mengupload lagi dan mengecek, apakah sudah bekerja dengan benar atau belum.

    Minggu, 22 November 2009

    Prosedur Instalasi Wireless LAN


    Peralatan

    1. Kompas dan peta topografi
    2. Penggaris dan busur derajat
    3. Pensil, penghapus, alat tulis
    4. GPS, altimeter, klinometer
    5. Kaca pantul dan teropong
    6. Radio komunikasi (HT)
    7. PC Card dan Notebook, pigtail dan PCI / ISA
    adapter
    8. Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah,
    tang potong kabel
    9. Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing,
    cows tail, pulley
    10. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang
    (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap,
    isolator gel (silicon), TBA, unibell, 3M, karet bakar, senter (flash light)
    11. Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
    12. Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya). Survey Lokasi
    13. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
    14. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstacle) sepanjang path
    15. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
    16. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi. Perhitungkan signal multipath dan adanya cross section signal dari station lain
    17. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
    18. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat.


    Pemasangan Konektor

    1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 atau CNT400 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
    2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
    3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
    4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
    5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser. Test kemungkinan short dengan multimeter
    6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
    7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah), atau isolasi 3 M. Lapisi juga dengan silicon gel
    8. Tutup seluruh permukaan dengan isolator karet bakar untuk mencegah air
    9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
    10. Konektor terbaik adalah model hexa (crimp) tanpa solderan dan drat (screw) sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet.


    Pembuatan PoE

    1. Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
    2. POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss dan gunakan adaptor dengan daya (Ampere) lebih besar dari standar bawaan perangkat agar mampu mencapai redaman sepanjang kabel UTP
    3. Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator (silicon) gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
    4. Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter.


    Instalasi Antena

    1. Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstacle terdekat
    2. Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat spanner, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail
    3. Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
    4. Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
    5. Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
    6. Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah.


    Instalasi Perangkat Radio

    1. Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
    2. Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
    3. Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
    4. Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
    5. Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
    6. Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
    7. Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
    8. Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna.


    Pengujian Noise

    1. Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
    2. Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
    3. Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
    4. Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
    5. Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
    6. Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
    7. Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.

    Perakitan Antena

    1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
    2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
    3. Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
    4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
    5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan.


    Pointing Antena

    1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
    2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
    3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
    4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
    5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
    6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
    7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)


    Pengujian Koneksi Radio

    1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
    2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
    3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
    4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
    5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
    6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
    7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
    8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
    9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
    10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar.


    Dikutip Dari:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=199546